Jumlah Titik Api di Sumatra dan Kalimantan Berkurang

Hujan yang mengguyur wilayah Sumatra dan Kalimantan berhasil menurunkan jumlah titik panas atau hotspot.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 25 September 2019  |  13:35 WIB
Jumlah Titik Api di Sumatra dan Kalimantan Berkurang
Petugas gabungan memadamkan api yang membakar lahan di Desa Muara Baru, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Sabtu (10/8/2019). Berdasarkan pantauan satelit milik Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) terdapat 441 titik api yang terdeteksi di sejumlah wilayah yang ada di Indonesia. - ANTARA / Mushaful Imam

Bisnis.com, JAKARTA — Hujan yang mengguyur wilayah Sumatra dan Kalimantan berhasil menurunkan jumlah titik api atau hotspot.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hari ini hotspot di seluruh wilayah Indonesia berjumlah 1.744 titik, lebih rendah dari kemarin yang mencapai 1.982 titik. 

Adapun dalam pantauan 24 jam terakhir, hujan terjadi di wilayah Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

"Dampak kepekatan asap juga berkurang dan langit mulai terang dan biru kembali," ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Agus Wibowo di Jakarta, Rabu (25/9/2019).

Di negara tetangga, Malaysia, asap akibat kebakaran hutan dan lahan kiriman dari Indonesia juga berkurang. Kata Agus, hal itu diketahui dari percakapan antara Kepala BNPB Doni Monardo dengan rekannya di Malaysia. 

Disampaikan bahwa cuaca di Kuala Lumpur hari ini terpantau cerah dan anak-anak sudah kembali bersekolah.

Turunnya hujan di sejumlah wilayah itu, kata Agus, tak lepas dari teknologi modifikasi cuaca (TMC) yang dilakukan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Untuk itu, TMC lebih diintensifkan dengan menambah empat pesawat, yaitu dua di Riau untuk operasi di wilayah Sumatra dan dua lainnya di Kalimantan.

Polri dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) juga mengintensifkan penegakan hukum. KLHK telah menyegel 52 perusahaan dan menetapkan empat korporasi serta satu orang sebagai tersangka atas kebakaran hutan dan lahan.

Sementara itu, Kepolisian menetapkan 323 orang dan 14 korporasi sebagai tersangka.

Kementerian Kesehatan juga membuat rumah singgah agar masyarakat terdampak asap dapat singgah untuk memeriksakan kesehatannya, beristirahat untuk menghirup udara segar atau oksigen murni, berobat, serta mendapatkan masker secara gratis.

Rumah singgah tersebut disiapkan di rumah sakit, puskesmas, dan kantor-kantor pemerintah dengan dilengkapi dokter dan perawat, obat-obatan, air purifier, AC, dan masker. 

Diharapkan dalam beberapa hari ke depan langit bisa cerah dan biru kembali di seluruh wilayah Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bnpb, kebakaran hutan

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top