Kepala BNPB Sebut 99 Persen Karhutla karena Ulah Manusia

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan sebagian besar penyebab kebakaran hutan dan lahan adalah ulah manusia untuk diubah menjadi kebun.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 24 September 2019  |  07:16 WIB
Kepala BNPB Sebut 99 Persen Karhutla karena Ulah Manusia
Satgas Karhutla Riau melakukan pemadaman kebakaran lahan gambut di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, Senin (16/9/2019). Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi membuat sejumlah wilayah di Provinsi Riau terpapar kabut asap. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut sebagian besar penyebab kebakaran hutan dan lahan adalah ulah manusia untuk diubah menjadi kebun.

Kepala BNPB Doni Monardo saat memimpin langsung rapat koordinasi penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Jambi menyebutkan berdasarkan data yang ia miliki 99 persen  kebakaran merupakan ulah manusia.

"Dan 80 persen lahan yang terbakar menjadi kebun," pungkas Doni melalui keterangan tertulis, Selasa (24/9/2019).

Menurutnya, sejauh ini sebanyak 328.724 hektare luas lahan terbakar pada tahun 2019.

Supaya kebakaran lahan tidak kembali terulang, maka BNPB tengah menyiapkan konsep jangka panjang guna mengubah perilaku masyarakat. Kunci utamanya adalah dengan meningkatkan kesejahteraan dengan pengembangan pohon yang bersifat ekonomis.

Pengembangan ini meliputi perluasaan budidaya kopi liberica, pohon pinang,  nanas,  lidah buaya, pisang barangan,  enau,  sayur mayur, ikan gabus, hingga tanaman sagu.

"Jenis tanaman ini dapat menjadi alternatif pilihan pohon untuk masyarakat tanpa harus membakar lahan" ungkap Doni.

Sedangkan konsep lainnya dengan membuat grup pengawasan lahan di sekitar masyarakat. Bagi yang melanggarnya dikenakan sanksi sosial.

"Sisa api yang ada, mari kita padamkan bersama. Pemerintah pusat siap membantu dan mendukung upaya pemadaman" katanya.

Sementara itu, Gubernur Jambi Fachrori Umar menyampaikan bencana kabut asap yang terjadi di Jambi telah dilakukan upaya pencegahannya. Mulai dari rapat kordinasi, apel siaga, sosialisai, pemantauan dan pengecekan di lapangan, pemadaman darat dan udara.

"Belum ada mekanisme membuka lahan tanpa cara membakar" ucapnya.

Ia menambahkan saat ini solusi pengendalian dari pemerintah daerah baru sebatas meningkatkan pengawasan, pembahasan lahan hingga mewajibkan pengelolaan kanal kepada dunia usaha.

"Semoga tahun depan dan di tahun-tahun selanjutnya tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan lagi" harapnya. 


Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bnpb, Karhutla

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top