Perkuat Daya Saing Ekonomi, Jokowi Minta DPR Revisi 74 UU

Presiden Joko Widodo menyatakan pemerintah akan meminta DPR periode 2019-2024 untuk merevisi 74 undang-undang supaya Indonesia bisa bersaing dengan negara lain dalam hal ekonomi.
Yodie Hardiyan
Yodie Hardiyan - Bisnis.com 16 September 2019  |  13:37 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyatakan pemerintah akan meminta DPR periode 2019-2024 untuk merevisi 74 undang-undang supaya Indonesia bisa bersaing dengan negara lain dalam hal ekonomi.

Pernyataan itu disampaikan oleh Jokowi di depan para hadirin yang menghadiri acara pembukaan Musyawarah Nasional XVI Himpunan Pengusaha Muda Indonesia di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (16/9/2019).

"Kemarin sudah kita hitung, ada kurang lebih 74 undang-undang yang langsung akan kita mintakan revisi agar kecepatan kita dalam bergerak, kecepatan kita dalam bersaing dengan negara-negara lain bisa kita miliki," kata Jokowi.

Jokowi menyatakan pemerintah akan meminta DPR membuat omnimbus law atau konsep pembuatan peraturan yang menggabungkan beberapa aturan yang substansi pengaturannya berbeda, menjadi suatu peraturan besar yang berfungsi sebagai payung hukum.

Di depan para hadirin yang sebagian besar merupakan pengusaha muda itu, pemerintah akan terus bekerja keras untuk mengyingkirkan hambatan-hambatan investasi. Langkah itu, menurutnya, akan dilakukan supaya bersamaan dengan terjadinya revolusi konsumen pada 2020 sehingga Indonesia memiliki magnet investasi.

Revolusi konsumen, ujar Jokowi, akan membuat Indonesia semakin menarik dan atraktif bagi investor global. Jokowi berharap pihak yang mengambil manfaat dari revolusi konsumen itu adalah pengusaha dalam negeri, bukan pihak dari luar negeri.

"Apalagi dalam situasi perang dagang dan ancaman resesi, magnet konsumen kita akan semakin kuat. Sekali lagi hati-hati. Ini akan menarik investasi dunia untuk datang ke Indonesia. Untuk memanfaatkan peluang yang ada. Saya titip jangan sampai peluang-peluang, opportunity yang ada dipakai oleh merk-merk asing, dipakai negara-negara luar," kata Jokowi.

Investasi global yang masuk ke Indonesia, menurut Jokowi, tidak boleh hanya datang dengan pabrik dan tenaga kerja. Investasi, sambungnya, harus menciptakan lebih banyak spill over atau efek ke hal-hal lain.

"Sekali lagi kata kuncinya adalah spill over. Inevstasi harus lebih banyak membuat pengusaha-pengusaha muda bisa menguasai berbagai bisnis, supply chain yang baru yang memiliki teknologi yang lebih tinggi, yang bergerak di berbagai bidang. Seperti periklanan, perhotelan, konstruksi, distribusi, e-commerce dan masih banyak lagi," kata Jokowi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, ekonomi, daya saing

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top