Ketika Melihat Fenomena Ini, Warga di Ambon Khawatir Tsunami Datang

Masyarakat belajar dari pengalaman bencana gempa dan tsunami di Aceh pada 2004.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 16 September 2019  |  11:18 WIB
Ketika Melihat Fenomena Ini, Warga di Ambon Khawatir Tsunami Datang
Ilusutrasi: Tsunami di Pantai Talise, Palu - Youtube

Bisnis.com, AMBON — Warga pesisir di Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon, Provinsi Maluku, khawatir tsunami datang setelah melihat ribuan ikan mati dan terdampar di pantai sejak Sabtu (14/9/2019).

Warga Desa Leahari di Kecamatan Leitimur Selatan, Vin Maitimu, pada Senin (16/9/2019) mengatakan bahwa sejak Sabtu malam warga bersiap menyelamatkan barang berharga dan dokumen penting.

"Senantiasa ikhtiar, bahkan saat malam hari senantiasa berjaga-jaga sehingga terganggu waktu tidur karena mengkhawatirkan kemungkinan tsunami melanda secara tiba-tiba," katanya.

Apalagi, ujar Vin, belum ada penjelasan resmi dari Penjabat Kepala Desa Leahari Jhon Sitanala dan organisasi perangkat daerah terkait di Pemerintah Kota Ambon dan lembaga penelitian resmi mengenai ribuan ikan yang mati di pantainya.

"Saya konfirmasi ke penjabat kepala desa diberitahu bahwa staf Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Ambon bersama Balai Karantina Ikan Ambon dan UPTD terkait telah mengambil sampel ikan yang mati untuk diteliti," kata Vin.

Camat Leitimur Selatan Ricky D. Sopacua sedang mengoordinasi penyelaman untuk pantai Desa Hukurila untuk mencari tahu penyebab kematian ribuan ikan itu.

"Mudah-mudah hasil penyelaman maupun penelitian dari lembaga teknis bisa mengungkapkan kematian ribuan ikan dasar karena masyarakat belajar dari pengalaman bencana gempa dan tsunami di Aceh pada 2004," tandas Vin.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Ambon Steven Patty mengatakan bahwa dinas bersama Balai Karantina Ikan Ambon dan Unit Pelaksana Teknis Daerah masih meneliti penyebab kematian ribuan ikan di pantai Desa Leahari dan Rutong. Tim sudah mengambil sampel ikan dan air untuk di analisis.

"Dugaan sementara karena ledakan getaran yang kuat sehingga ikan-ikan mati dengan kondisi tulang retak, dan mata copot. Analisa sementara dilakukan Balai Karantina hasilnya akan disampaikan beberapa waktu ke depan," ujar Steven.

Dia menambahkan bahwa masyarakat ditemui menyatakan mereka mengonsumsi ikan, tetapi tidak keracunan sehingga pihaknya masih terus melakukan analisis kematian ikan ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tsunami, ambon

Sumber : Antara

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top