Parlemen Eropa Tidak Cukup Yakin dengan Pencalonan Christine Lagarde

Performa Lagarde selama lebih dari 2 jam diinterogasi oleh anggota Parlemen Eropa pekan ini membuat sebagian kecil dari mereka tidak yakin.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 09 September 2019  |  17:34 WIB
Parlemen Eropa Tidak Cukup Yakin dengan Pencalonan Christine Lagarde
Christine Lagarde. - REUTERS/Arnd Wiegmann

Bisnis.com, JAKARTA -- Mario Draghi akan memberikan jabatannya sebagai gubernur Bank Sentral Eropa (ECB) kepada Christine Lagarde pada November 2019, tetapi hingga saat ini Parlemen Eropa masih meragukan pencalonan mantan direktur pelaksana IMF tersebut.

Performa Lagarde selama lebih dari 2 jam diinterogasi oleh anggota Parlemen Eropa pekan ini membuat sebagian kecil dari mereka tidak yakin.

Dilansir melalui Bloomberg, sebelas anggota Komite Urusan Ekonomi dan Moneter Parlemen menentang pencalonan wanita berkewarganegaraan Prancis itu sebagai gubernur ECB.

Jumlahnya sekitar seperlima dari total anggota panel atau jauh lebih dari jumlah suara yang tidak menyetujui pencalonan pendahulu Lagarde yaitu Mario Draghi, Jean-Claude Trichet dan Wim Duisenberg.

Meski demikian, pencalonan Lagarde masih berhasil lolos dengan suara mayoritas, dia didukung oleh 37 anggota parlemen.

"Perbedaan pendapat itu mungkin mencerminkan meningkatnya skeptisisme publik terhadap para bankir sentral," seperti dikutip melalui Bloomberg, Senin (9/9/2019).

Sebagian besar agenda Lagarde di Parlemen Eropa membahas tentang urgensi tambahan stimulus yang bertentangan dengan suku bunga negatif dan pembelian aset di banyak bagian Eropa.

Sebelumnya dalam proses penunjukan, Dewan Gubernur ECB juga tidak mencapai sebuah kesepakatan.

Menurut beberapa sumber yang paham tentang isu ini, pemungutan suara rahasia yang dilakukan oleh dewan bank sentral memunculkan dua keberatan dan abstain.

Adapun suara untuk pendahulu Lagarde tidak pernah diungkap ke publik.

Para petinggi Uni Eropa menunjuk Lagarde sebagai pengganti Draghi yang masa jabatannya akan habis pada 31 Oktober 2019, pada awal Juli. Munculnya nama Lagarde cukup mengagetkan.

Sebagai calon gubernur ECB wanita pertama, dia juga akan menjadi orang pertama yang akan mengelola bank sentral tanpa pengalaman bekerja di bank sentral atau memiliki latar belakang akademis di bidang ekonomi.

Lagarde mengandalkan prestasinya pada pengelolaan krisis saat dia menjabat sebagai menteri keuangan Prancis dan direktur pelaksana IMF.

Dengan pencalonan Lagarde, Prancis sekarang telah dua kali mengirimkan pemimpin ECB selama 2 dekade terakhir.

Penunjukan Lagarde juga berarti ECB dan Federal Reserve AS akan dipimpin oleh mantan pengacara, sebuah pergeseran dari era ketika bank sentral dijalankan oleh ekonom akademis seperti Ben Bernanke.

Ketiga presiden ECB pertama memiliki kualifikasi di bidang ekonomi dan menjalankan bank sentral nasional mereka terlebih dahulu.

Meskipun demikian, dia memiliki latar belakang politik yang membanggakan, sebuah sentimen yang dianggap perlu untuk menyatukan sesama pejabat ECB ketika menetapkan kebijakan, terutama jika mereka kehabisan amunisi moneter dan perlu mendorong pemerintah untuk meningkatkan dukungan ekonomi.

"Dia memiliki keterampilan politik yang diperlukan untuk membangun konsensus di Dewan Pemerintahan. Lagarde juga merupakan komunikator yang baik dan memiliki posisi dan nyali untuk mempertahankan keputusan ECB di panggung Eropa yang lebih besar," kata Krishna Guha, kepala strategi bank sentral di Evercore ISI.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
christine lagarde

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top