Ukraina Bebaskan Tersangka Penembak Pesawat Malaysia MH17

Pengadilan Ukraina membebaskan seorang tersangka potensial dan saksi kunci dalam penembakan pesawat Malaysia Airlines MH17, sedangkan Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan kedua negara sedang membahas kesepakatan untuk saling tukar tahanan.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 06 September 2019  |  06:54 WIB
Ukraina Bebaskan Tersangka Penembak Pesawat Malaysia MH17
Foto dan identitas empat orang tersangka dalam jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 di langit Ukraina pada 2014 dipampang di konferensi pers yang dilakukan tim penyelidik internasional di Nieuwegein, Belanda, Rabu (19/6/2019). Persidangan atas keempatnya akan dilakukan mulai Maret 2020. - Reuters/Eva Plevier

Bisnis.com, JAKARTA - Pengadilan Ukraina membebaskan seorang tersangka potensial dan saksi kunci dalam penembakan pesawat Malaysia Airlines MH17, sedangkan Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan kedua negara sedang membahas kesepakatan untuk saling tukar tahanan.

Sang tersangka Vladimir Tsemakh pernah muncul di video saat memimpin brigade anti-udara di Ukraina yang dikuasai separatis.

Dia juga terindikasi menyembunyikan bukti sistem rudal Buk yang menembak jatuh pesawat tersebut. Tim investigator Belanda mengatakan rudal itu menembak jatuh jet Malaysia Airlines dan menewaskan 298 orang di dalamnya.

Tsemakh, yang ditangkap dalam sebuah serangan pada Juni lalu, dituduh melakukan aksi terorisme karena bergabung dengan kelompok separatis yang didukung Rusia.

Akan tetapi kemarin dia tiba-tiba dibebaskan karena sebelum mengikuti persidangan.

Pertukaran tahanan dengan Rusia belum dikonfirmasi, tetapi media massa telah banyak memberitakannya.

Vladimir Putin saat berbicara di sebuah forum ekonomi tak lama setelah pembebasan Tsemakh, mengatakan bahwa Moskow dan Kyiv sedang menyelesaikan pembicaraan tentang siapa yang akan ditukar. 

Pertukaran tahanan itu disebutkan dalam jumlah besar. Akan tetapi dia tidak secara khusus menyebutkan Tsemakh.

Tiga orang Rusia dan satu orang Ukraina akan menghadapi dakwaan pembunuhan atas insiden MH17.

Laporan-laporan itu telah mengkhawatirkan para penyelidik dan anggota parlemen Belanda, yang khawatir Rusia akan menekan Ukraina untuk menyerahkan salah satu dari beberapa tersangka dalam kasus tersebut.

Rusia menahan belasan tahanan Ukraina, termasuk 24 pelaut yang ditangkap pada November tahun lalu.

Sementara itu, empat puluh anggota parlemen Eropa meminta presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky untuk tidak melepaskan Tsemakh. 

"Ketersediaan dan kesaksiannya di hadapan tim investigasi bersama dengan demikian merupakan hal yang paling penting untuk penuntutan yang efektif oleh negara-negara yang terlibat," menurut surat yang diajukan mereka seperti diutip The guardian.com, Jumat (6/9/2019).

Dalam sebuah wawancara telepon, Kati Piri, seorang anggota parlemen Eropa dari Belanda, mengatakan:

“Tampaknya ini persiapan untuk menukar dia. Tentu saja kita belum tahu ini 100 persen pasti tapi itulah cara saya membaca sinyal”.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
vladimir putin, ukraina, malaysia airlines

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top