Iran Akan Bebaskan 7 Awak Tanker Berbendera Inggris Stena Impero

Iran menyatakan akan melepaskan para awak tanker Stena Impero yang ditahan pasukan garda revolusi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 04 September 2019  |  20:28 WIB
Iran Akan Bebaskan 7 Awak Tanker Berbendera Inggris Stena Impero
Stena Impero, kapal berbendera Inggris milik Stena Bulk saat berada di kawasan teluk di Bandar Abbas, Iran, 22 Agustus 2019. - WANA (West Asia News Agency) via Reuters/Nazanin Tabatabaee

Bisnis.com, DUBAI - Iran menyatakan akan melepaskan para awak tanker Stena Impero yang ditahan pasukan garda revolusi.

Rencana pembebasan tujuh anggota kru tanker Stena Impero berbendera Inggris yang disita Iran itu disebutkan dalam laporan stasiun TV Iran, Rabu (4/9/2019).

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Abbas Mousavi mengatakan kepada stasiun TV itu bahwa tujuh anggota, yang termasuk warga negara India, diizinkan meninggalkan tanker tersebut dengan alasan kemanusiaan dan dapat meninggalkan Iran segera.

"Kami tidak bermasalah dengan kru dan kapten tanker. Masalahnya adalah pelanggaran yang dilakukan oleh tanker tersebut," kata Mousavi.

Stena Impero yang dimiliki Swedia disita oleh Pengawal Revolusi Iran (IRGC) pada 19 Juli di Selat Hormuz atas dugaan pelanggaran laut. Insiden itu terjadi dua pekan setelah Inggris menahan kapal Iran di lepas pantai Gibraltar. Kapal itu kemudian dibebaskan pada Agustus.

Penyitaan tanker Iran memperparah ketegangan antara Teheran dan Barat sejak Amerika Serikat mundur dari perjanjian internasional yang bertujuan mengekang program nuklir Iran dan memberlakukan kembali sanksi ekonomi terhadap Teheran.

 Sebelumnya dilaporkan bahwa 23 awak di kapal tanker Stena Impero berbendera Inggris yang kapalnya ditahan oleh Iran di Selat Hormuz berada dalam kondisi aman dan sehat. Operator kapal Swedia Stena Bulk mengabarkan hal tersebut pada Rabu (24/7/2019).

Iran merebut kapal tanker Stena Impero karena telah bertabrakan dengan perahu nelayan. Namun, pemiliknya yaitu Stena Bulk menyangkal tuduhan Iran. Mereka beralasan tidak menerima bukti tabrakan tersebut.

"Kami telah melakukan kontak langsung dengan para kru di atas kapal melalui telepon tadi malam, dan mereka semua baik-baik saja dan dalam kondisi sehat dan mereka mendapatkan kerja sama yang baik dengan Iran di atas kapal," kata juru bicara Stena Bulk Pat Adamson seperti dilansir Reuters, Rabu (24/7/2019).

Chief Executive Officer Stena Bulk Erik Hanell menyatakan kontak tersebut merupakan sinyal baik. “Kami akan segera melihat kemajuan lebih positif dari pihak berwenang Iran," ujarnya. 

Inggris menggambarkan penyitaan tersebut sebagai pembajakan. Pada awal pekan ini, London juga menyerukan diluncurkannya misi angkatan laut yang dipimpin Eropa untuk memastikan pengiriman yang aman melalui Selat Hormuz, jalur air strategis untuk transportasi minyak.

Adamson menerangkan langkah selanjutnya bagi operator adalah mencoba dan meminta seseorang di atas kapal untuk memeriksa kru. Namun, dia belum mengetahui kapan para kru akan dipulangkan.

"Kami belum mendapat tanggapan langsung dari pihak berwenang Iran tentang kapal itu. Semua pemerintah dan kedutaan yang tepat mendukung dan membantu kami,” papar Adamson.

Pada Sabtu (19/7/2019) Iran menyita kapal tanker minyak yang dioperasikan Inggris Stena Impero dan Mesdar, yang berbendera Liberia. Namun, Mesdar kemudian dilepaskan. 

Akibat insiden itu, harga minyak sempat menguat di tengah-tengah ekspektasi pelemahan permintaan minyak dunia akibat perlembatan ekonomi global.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
iran, kapal tanker

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top