Fenomena Langka, Seekor Panda di Berlin Lahirkan Anak Kembar

Kebun binatang Berlin mengumumkan bahwa salah satu panda yang ada di kebun binatang itu telah melahirkan anak kembar, sebuah peristiwa yang sangat langka terjadi di negara itu.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 03 September 2019  |  09:28 WIB
Fenomena Langka, Seekor Panda di Berlin Lahirkan Anak Kembar
Meng Meng terlihat sedang mengawasi salah satu anak kembarnya/Sumber: Zoo Berlin Handout - EPA

Bisnis.com, JAKARTA – Kebun binatang Berlin mengumumkan bahwa salah satu panda yang ada di kebun binatang itu telah melahirkan anak kembar, sebuah peristiwa yang sangat langka terjadi di negara itu.

“Meng Meng [nama panda] telah menjadi seorang ibu, dua kali! Kami sangat senang, kami tidak bisa berkata apa-apa,” tulis akun Zoo Tierpark Berlin di akun resmi twitternya.

Postingan di Twitter itu juga memperlihatkan Meng Meng sedang bersama salah satu anaknya yang masih berwarna merah muda.

Hewan populer asal China itu memang terkenal sulit berkembang biak sehingga kelahiran dua anak dari Meng Meng menjadi hal yang sangat jarang terjadi. Dikabarkan anak kedua lahir sekitar satu jam setelah anak pertamanya.

Saat kelahirannya, seekor panda akan berwarna merah muda dengan ekor p utih halus dan panjang yang tidak proposional. Jenis kelamin keduanya masih belum ditentukan, tetapi masing-masing memiliki berat 136 gram dan 186 gram.

“Meng Meng dan kedua anaknya berhasil dalam proses kelahiran dan semuanya dalam keadaan sehat,” kata Director Zoo Tiepark Berlin, Andreas Knieriem seperti dikutip AFP, Selasa (3/9/2019).

Panda betina Meng Meng dan panda jantan Jiao Qing yang ada di kebun binatang Berlin merupakan pinjaman dari Cina yang tiba pada Juni 2017.

Dengan istilah yang dikenal sebagai “diplomasi panda”, Cina telah mengirimkan salah satu harta nasionalnya itu ke sekitar belasan negara lain sebagai simbol hubungan dekat.

Kebun binatang negara tujuan membayar sekitar US$15juta untuk kontrak menampung panda tersebut dalam jangka waktu 5 tahun. Dana tersebut sebagian besarnya digunakan untuk program penelitian dan konservasi di Cina.

Adapun, anak-anak panda dari Meng Meng yang ada lahir di Berlin harus dikembalikan ke Cina dalam waktu 4 tahun setelah mereka disapih. Cina sebelumnya telah memberikan tiga panda ke Jerman, tetapi Bao Bao harus meninggal pada 2012 dengan usia 34 tahun, menjadi salah satu panda tertua di dunia.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
panda

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top