Bom Bunuh Diri Tewaskan 5 Orang dan Lukai 50 Lainnya di Afghanistan

Serangan itu terjadi tadi malam di daerah perumahan Green Village, sebuah kompleks perumahan yang luas dan menampung lembaga bantuan dan organisasi internasional, kata Jurubicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Nasrat Rahimi seperti dikutip Aljazeera.com, Selasa (3/9/2019).
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 03 September 2019  |  10:45 WIB
Bom Bunuh Diri Tewaskan 5 Orang dan Lukai 50 Lainnya di Afghanistan
Perwakilan AS untuk Afganistan Zalmay Khalilzad dan politisi Afganistan ABdullah Abdullah. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Setidaknya lima orang tewas setelah ledakan besar terjadi akibat serangan bom mobil bunuh diri mengguncang pusat kota Kabul sekaligus sebagai serangan ketiga yang diklaim oleh Taliban dalam beberapa hari terakhir di negara itu.

Serangan itu terjadi tadi malam di daerah perumahan Green Village, sebuah kompleks perumahan yang luas dan menampung lembaga bantuan dan organisasi internasional, kata Jurubicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Nasrat Rahimi seperti dikutip Aljazeera.com, Selasa (3/9/2019).

Sementara itu juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid mengatakan serangan bunuh diri itu terkoordinasi dengan orang-orang bersenjata.

Serangan itu terjadi ketika stasiun TV utama Afghanistan Tolo News menyiarkan wawancara dengan utusan AS Zalmay Khalilzad. Wawancara itu membahas potensi kesepakatan dengan Taliban yang akan memungkinkan AS menarik pasukan dari lima pangkalan di Afghanistan.

“Lima mayat dan 50 orang luka-luka yang kesemuanya warga sipil dan telah dievakuasi dari daerah itu,” kata Rahimi. Dia menyebutkan jumlah korban tewas bisa meningkat.

Setidaknya 34 orang yang terluka telah dibawa ke rumah sakit Wazir Akbar Khan, kata Nezamudin Jalil, seorang pejabat kementerian kesehatan masyarakat.

Ahmad Qadir, seorang penjaga gerbang di sebuah pompa bensin dekat Green Village mengaku melihat nyala api dan kemudian mendengar ledakan itu.

“Setelah ledakan, kami bisa mendengar suara tembakan,” kata Qadir kepada Al Jazeera.

Gula Jan, seorang pejabat polisi, selamat dari ledakan meskipun hanya berjarak "15-20 kaki".

“Kami sedang duduk di truk polisi di sebelah kanan gerbang kompleks ketika sebuah mobil melaju langsung ke gerbang dan meledak. Jika kami berada di luar truk kami, kami akan mati,” kata pria 45 tahun itu kepada Al Jazeera.

“Setidaknya dua atau tiga rekan polisi saya terluka parah dan kami tidak tahu berapa banyak lagi yang terbunuh dan terluka,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
afganistan

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top