Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Forum Bisnis Indonesia-Kuwait Hasilkan Kesepakatan Bisnis US$13 Juta

Indonesia-Kuwait menggelar forum bisnis di Kuwait City pada Senin (2/9/2019). Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan bisnis di berbagai bidang senilai sekitar US$13 juta.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 02 September 2019  |  18:26 WIB
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Kuwait di Kuwait City, Kuwait, Senin (2/9/2019) - Kementerian Luar Negeri RI
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Kuwait di Kuwait City, Kuwait, Senin (2/9/2019) - Kementerian Luar Negeri RI

Bisnis.com, JAKARTA -- Indonesia-Kuwait menggelar forum bisnis di Kuwait City pada Senin (2/9/2019). Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan bisnis di berbagai bidang senilai sekitar US$13 juta.

Forum yang digagas bersama antara Kamar Dagang dan Industri kedua negara (Kadin dan KCCI) serta Kedutaan Besar RI Kuwait ini dihadiri lebih dari 60 pengusaha kedua negara, khususnya sektor UMKM yang melibatkan sektor migas, digital dan e-commerce, pertanian, perikanan, kesehatan, pendidikan, retail, keuangan syariah, UKM, konstruksi, jasa, pakaian muslim, dan pariwisata.

Adapun beberapa kesepakatan bisnis yang dihasilkan meliputi bidang perikanan, komoditi, digital research untuk UMKM dan e-commerce, big data dan teknologi artificial intelligince (AI).

“Kondisi ekonomi global yang tidak menentu mengharuskan para pelaku usaha bekerja lebih erat dan lebih keras,” ujar Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam sambutannya di acara tersebut, dikutip dari siaran pers Kementerian Luar Negeri RI.

Dalam kesempatan Forum Bisnis Indonesia-Kuwait, Menlu Retno menyampaikan tiga hal yang harus dilakukan dunia usaha dalam menyikapi kondisi ekonomi global dewasa ini.

Pertama, kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan dunia usaha. Menurutnya, sinergi pemerintah dan dunia usaha merupakan kunci menyikapi kondisi ekonomi global saat ini. Sehingga pemerintah dan dunia usaha harus bergerak bersama.

Dia mengatakan, mekanisme kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha, maupun antara dunia usaha Indonesia dan Kuwait harus terus diperkuat. Mekansime ini dapat memfasilitasi komunikasi semua pemangku kepentingan Indonesia dan Kuwait.

Kedua, infrastruktur bisnis Indonesia-Kuwait perlu terus diperkuat.

“Memfasilitasi akses pasar produk kedua negara adalah cara efektif untuk mendorong peningkatan volume perdagangan kedua negara,” kata Retno.

Saat ini Indonesia dan Kuwait sepakat membentuk Komite Dagang Bersama untuk memfasilitasi perdagangan Indonesia-Kuwait.

Ketiga, Memfokuskan kerja sama pada sektor yang menjadi unggulan Indonesia dan Kuwait.

“Kerja sama pada sektor energi dan e-commerce adalah sektor unggulan bagi kerja sama Indonesia dan Kuwait ke depan” katanya.

Forum bisnis yang digelar merupakan tindak lanjut instruksi presiden RI untuk menjadikan KBRI sebagai garda terdepan upaya Indonesia untuk menarik investasi dan mendorong ekspor.

Selain menghadiri forum bisnis, Menlu Retno juga melihat gelaran Indonesia Labour Market yang mempertemukan perusahaan pengirim tenaga kerja profesional dengan perusahaan penerima tenaga kerja professional di Kuwait.

Saat ini, tenaga kerja profesional Indonesia diminati di bidang kesehatan seperti perawat, minyak dan gas baik sebagai teknisi atau engineers, informasi teknologi, maupun di bidang hospitality, seperti perhotelan, restaurant, dan spa.

Dalam kunjungan ke Indonesia Labour Market, Menlu RI bertemu dengan lima perusahaan besar di Kuwait yang menyalurkan tenaga kerja profesional dari berbagai negara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kuwait kerja sama ekonomi
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top