Aksi Protes Berkecamuk, Pengembang Properti Hong Kong Masih Raup Pembeli

Krisis politik Hong Kong tampaknya tidak mampu membendung minat sejumlah orang untuk membeli properti di kota tersebut.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 30 Agustus 2019  |  11:36 WIB
Aksi Protes Berkecamuk, Pengembang Properti Hong Kong Masih Raup Pembeli
Wajah Hong Kong dari ketinggian - Reuters/Bobby Yip

Bisnis.com, JAKARTA – Krisis politik Hong Kong tampaknya tidak mampu membendung minat sejumlah orang untuk membeli properti di kota tersebut.

Dilansir dari Bloomberg, perusahaan properti Wheelock Properties Ltd. mengungkapkan jumlah pesanan pada unit apartemen Marini di Tseung Kwan O melonjak menjadi 14 kali lipat dari unit yang akan ditawarkan.

Sementara itu, pdata agen real estat Qfang mengungkapkan penjualan apartemen baru oleh pengembang pada Agustus diperkirakan akan menyentuh 1.400 unit apartemen, melampaui capaian Juni sebesar 1.000 dan 1.357 pada bulan.

"Meskipun pasar tangan pertama telah diperlambat oleh lingkungan ekonomi dan politik baru-baru ini, pengembang masih dapat menjual dengan baik jika mereka memberi harga apartemen pada level yang wajar," kata Direktur Pelaksana Qfang, Vincent Chan, seperti dikutip Bloomberg, Jumat (30/8/2019).

Demonstrasi anti pemerintah yang terkadang berubah menjadi kekerasan dan telah memasuki bulan keempat belum berdampak besar terhadap harga properti. Harga rumah di pasar sekunder naik 1 persen sejak Juni ketika aksi dimulai.

Namun, dampak dari aksi demonstrasi diperkirakan memiliki dampak yang lebih besar jika terus berlanjut lebih lama. Bank of America Corp memperkirakan penurunan harga jangka pendek sekitar 10 persen.

Pemerintah juga memperingatkan risiko ekonomi yang ditimbulkan oleh aksi protes tersebut. Pemimpin eksekutif Hong Kong Carrie Lam mengatakan kerusakan yang diakibatkan oleh gejolak tersebut bisa lebih buruk daripada wabah virus SARS yang mematikan pada tahun 2003 silam.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hong kong

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top