Uber Eats Gandeng Lawson Hadirkan Layanan Pengantaran Makanan dan Barang

Kerja sama ini dilakukan untuk memanfaatkan peningkatan permintaan atas pengiriman cepat makanan dan barang sehari-hari ke rumah.
Geofanni Nerissa Arviana
Geofanni Nerissa Arviana - Bisnis.com 28 Agustus 2019  |  08:38 WIB
Uber Eats Gandeng Lawson Hadirkan Layanan Pengantaran Makanan dan Barang
Logo UberEats pada kotak pengiriman makanannya ditampilkan di Tokyo, Jepang, 28 September 2016. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Uber Eats dan Lawson, convenience store asal Jepang, mengumumkan kerja sama pengantaran di pusat Kota Tokyo, Jepang pada Selasa (27/8).

Kerja sama ini dilakukan untuk memanfaatkan peningkatan permintaan atas pengiriman cepat makanan dan barang sehari-hari ke rumah.

Seperti dilansir Reuters, Lawson mengatakan, mereka akan mulai menjual sekitar 100 produk, seperti bento kotak, ayam goreng, dan tisu melalui Uber Eats mulai Kamis (29/8/2019). Penjualan ini akan dilakukan terlebih dahulu kepada pengguna yang berada di dekat toko-toko di Shinjuku dan Shinagawa sebelum diperluas ke daerah lainnya.

Saat ini, toko serba ada ketiga terbesar di Jepang tersebut belum memiliki jasa pengantaran daring. Pihak Lawson mengatakan, 3 bulan ke depan akan menjadi fase percobaan dari layanan ini. Waktu tersebut sekaligus menjadi momen bagi Lawson untuk mempelajari data penjualan sebelum peluncuran yang lebih luas.

Sepeda dan skuter pengiriman Uber Eats kini semakin menjamur di Tokyo. Padahal layanan induknya, Uber Techonologies, masih dilarang beroperasi di Jepang.

Uber sekarang memiliki kemitraan dengan 10.000 restoran di Jepang termasuk McDonald dan KFC. Pada awal hadirnya Uber di Jepang, yakni 2016, jumlah mitra Uber hanya 150.

Kerja sama ini sekaligus hadir bersamaan dengan melambatnya perkembangan Lawson, 7-Eleven, dan FamilyMart setelah bertahun-tahun melakukan ekspansi. Analis mengatakan, hal ini terjadi akibat adanya kejenuhan pelanggan. Selain itu, persaingan diskon dan tenaga yang menyusut juga menjadi pemicu perlambatan ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tokyo, lawson, Uber Technologies

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top