Kejar Segmen Milenial, Phapros Siapkan Brand Rejuvenation

Penjualan Phapros meningkat lebih dari 35 persen dari yang semula di kisaran angka Rp 400 miliar pada semester I/2018, kini naik menjadi lebih dari Rp 550 miliar pada semester I/2019.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 25 Agustus 2019  |  22:36 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Phapros, Tbk (PEHA) mencatat produk Antimo Group memberikan berkontribusi lebih 25 persen terhadap laba perusahaan hingga semester I/2019.

Barokah Sri Utami, Direktur Utama Phapros menyebutkan kontribusi utama perusahaan masih dari segmen obat generik untuk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Segmen ini menyumbang pertumbuhan penjualan hingga 45 persen.

Meski begitu, pihaknya akan terus memacu segmen produk Atimo Group karena memiliki ruang pertumbuhan yang masih terbuka.

"Antimo Group berkontribusi lebih 25 persen terhadap laba perusahaan, sedangkan untuk penjualan, produk yang sudah hampir lima puluh tahun hadir di tengah masyarakat ini mencapai lebih dari 23 persen,” Barokah atau yang akrab disapa Emmy ini melalui keterangan tertulis dikutip, Minggu (25/8/2019).

Menutut Emmy, saat ini pihaknya berfokus membuat produk andalan perusahaan ini lebih sesuai dengan citra para milenial. Apalagi pihaknya terus berinovasi dan beradaptasi sesuai dengan perkembangan zaman sehingga bisa menjadi top of mind di segmen perjalanan.

“Dulu Antimo diposisikan sebagai obat anti mabok perjalanan (anti-motion sickness), tapi seiring dengan perkembangan zaman, positioning Antimo bergeser menjadi teman perjalanan keluarga. Karena, saat ini Antimo juga memiliki produk turunan seperti Antimo Anak dan Antimo Herbal,” katanya.

Untuk memperkuat segemen ini, Phapros tengah menyiapkan rencana melakukan brand rejuvenation dengan mengubah kemasan Antimo menjadi kemasan yang lebih modern.

"sehingga akan tetap diterima oleh konsumen generasi milenial, serta dengan melakukan inovasi terhadap produk turunannya seperti Antimo Anak dan Antimo Herbal untuk lebih memperkuat posisi Antimo sebagai umbrella brand,” katanya.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, penjualan Phapros meningkat lebih dari 35 persen dari yang semula di kisaran angka Rp 400 miliar pada semester I/2018, kini naik menjadi lebih dari Rp 550 miliar pada semester I/2019.

Dengan capaian ini maka perusahaan dapat mencatatkan EBITDA dengan pertumbuhan di atas 25 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Saat ini Phapros memproduksi lebih dari 250 item obat, diantaranya adalah obat hasil pengembangan sendiri.  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pt phapros tbk

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top