Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pameran Koleksi Nasional Bisa Menjadi Langkah Awal Inventarisasi

Masih banyak masyarakat Indonesia yang belum pernah melihat atau mengetahui karya-karya penting yang dimiliki oleh negara.
Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba - Bisnis.com 22 Agustus 2019  |  05:19 WIB
Pameran Seni Rupa Koleksi Nasional yang menampilkan karya seni rupa koleksi negara. - Repro/Galeri Nasional
Pameran Seni Rupa Koleksi Nasional yang menampilkan karya seni rupa koleksi negara. - Repro/Galeri Nasional

Bisnis.com, JAKARTA—Masih berlangsung hingga 31 Agustus 2019, Pameran Seni Rupa Koleksi Nasional #2 bertajuk Lini Transisi menampilkan karya-karya perupa hebat di masanya di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta.

Pameran Lini Transisi memang sengaja melibatkan berbagai institusi dan instansi pemerintah yang memiliki karya seni rupa sebagai koleksi negara. Galeri Nasional Indonesia menginisiasi pameran ini dalam rangka mengenalkan koleksi nasional yang dimiliki negara kepada publik. Masih banyak masyarakat Indonesia yang belum pernah melihat atau mengetahui karya-karya penting yang dimiliki oleh negara.

“Di luar koleksi negara di istana, ternyata masih banyak koleksi-koleksi lainnya yang tersebar di berbagai instansi, bahkan di luar negeri juga,” ujar Asikin Hasan, kurator Galeri Nasional Indonesia. Menurutnya, kedutaan besar Republik Indonesia di luar negeri juga banyak menyimpan koleksi para perupa dari Indonesia.

Lukisan-lukisan koleksi negara ini merupakan inisiatif Soekarno pada masa itu untuk memperkenalkan Indonesia sebagai negara yang maju dan terpandang melalui keseniannya. Inilah yang membuat banyak koleksi-koleksi penting tersebar di seluruh Indonesia dan kedutaan di luar negeri.

Selama ini belum ada pendataan resmi untuk melacak posisi maupun jumlah karya koleksi negara. Asikin menilai bahwa pameran seni rupa koleksi nasional merupakan salah satu cara untuk memulai inventarisasi karya tersohor di masa lalu yang dimiliki oleh negara. “Jadi melalui pameran ini, kita bisa bekerja sama dengan lembaga negara lainnya untuk mendata ulang koleksi nasional  tersebut pelan-pelan,” ujarnya.

Proses ini tentu membutuhkan kerja sama dengan banyak pihak dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Pameran koleksi seni rupa nasional diharapkan dapat menjadi langkah awal inventarisasi karya seni rupa yang menjadi aset negara. “Harus ada koordinasi dengan instansi yang mengoleksi karya tersebut untuk melakukan pendataan,” katanya.

Sebagai inisiator, Galeri Nasional Indonesia berkomitmen untuk menampilkan karya-karya yang berkaitan dengan sejarah agar masyarakat mengetahuinya. Asikin berharap, pameran koleksi nasional dapat terus berlangsung setiap tahunnya agar publik mengetahui bahwa seni rupa Indonesia kaya akan karya yang mengesankan. Apalagi karya-karya lama tersebut kondisinya secara fisik masih sangat baik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pameran lukisan
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top