AS Duga Huawei Pakai Kode Rahasia untuk Berbisnis di Suriah dan Sudan

Amerika Serikat menuduh Huawei Technologies Co. menggunakan kode dan anak perusahaan rahasia untuk melakukan bisnis di Suriah, Sudan dan Iran.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 22 Agustus 2019  |  08:35 WIB
AS Duga Huawei Pakai Kode Rahasia untuk Berbisnis di Suriah dan Sudan
Logo perusahaan Huawei terlihat di kantor pusat perusahaan di Shenzhen, Provinsi Guangdong, Cina 17 Juni 2019. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Amerika Serikat menuduh Huawei Technologies Co. menggunakan kode dan anak perusahaan rahasia untuk melakukan bisnis di Suriah, Sudan dan Iran.

Hal ini diungkapkan penyidik AS dalam kasus ekstradisi terkait dengan pelanggaran sanksi oleh chief financial officer Huawei Meng Wanzhou.

Dilansir dari Bloomberg, raksasa jaringan China itu diduga mengoperasikan unit de facto bernama DirectPoint di Sudan dan Canicula di Suriah, menurut dokumen yang dirilis minggu ini oleh pengadilan Kanada.

AS mengatakan dalam dokumen yang diserahkan kepada pemerintah Kanada untuk mendukung permintaan ekstradisi Wanzhou bahwa dalam dokumen internal Huawei juga menggunakan kode "A5" untuk merujuk ke Sudan dan "A7" ke Suriah.

Menurut dugaan tersebut, Huawei mengoperasikan unit usaha itu tepat ketika mengendalikan anak perusahaan di Iran yang memperoleh barang, teknologi, dan layanan yang melanggar sanksi AS.

AS sedang berupaya mengekstradisi Meng, putri pendiri Huawei Ren Zhengfei, setelah dituduh memberikan laporan palsu kepada bank untuk melakukan transaksi senilai lebih dari US$100 juta yang diperkirakan melanggar sanksi AS.

"Motivasi untuk penyajian yang keliru ini berasal dari kebutuhan Huawei untuk memindahkan uang dari negara-negara yang dikenai sanksi AS atau UE seperti Iran, Suriah, atau Sudan melalui sistem perbankan internasional," kata Departemen Kehakiman dalam permintaannya kepada Kanada untuk menangkap Meng ketika dia tiba di bandara Vancouver Desember lalu, seperti dikutip Bloomberg.

Pengadilan pada hari Selasa (20/8) merilis ratusan halaman dokumen dan rekaman video yang diajukan oleh pengacara Meng untuk mendukung argumennya bahwa pihak berwenang Kanada memberikan alasan palsu mengenai tujuan sebenarnya dari penahanannya Meng.

Dalam dokumen-dokumen itu, AS menguraikan kasusnya terhadap Meng dan berencana untuk menghadirkan saksi dalam kasusnya jika dia berhasil diekstradisi. Di antara saksi tersebut adalah eksekutif tanpa nama dari HSBC Holdings Plc, Standard Chartered Plc, BNP Paribas SA dan Citigroup Inc. yang diduga mendapat laporan palsu dari Meng dan rekan-rekannya untuk melanjutkan bisnis dengan Huawei pada saat itu meskipun ada risiko pelanggaran sanksi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
huawei

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top