Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Polri Kesulitan Selidiki Akun Penyebar Hoaks Kericuhan Papua

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri kesulitan mendeteksi sejumlah akun penyebar berita palsu atau hoaks di Papua Barat dan Papua karena pemilik akun menggunakan akun dan nama palsu atau anonim.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 22 Agustus 2019  |  19:38 WIB
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo. - Bisnis/Sholahuddi Al Ayubbi
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo. - Bisnis/Sholahuddi Al Ayubbi
Bisnis.com, JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri kesulitan mendeteksi sejumlah akun penyebar berita palsu atau hoaks di Papua Barat dan Papua karena pemilik akun menggunakan akun dan nama palsu atau anonim.
 
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim masih melakukan profiling terhadap sejumlah akun itu. 
 
Sampai saat ini, menurut Dedi, ada lima akun yang terdeteksi paling sering menyebarkan berita hoaks ihwal aksi ricuh di Papua dan Papua Barat yang kini jadi pemicu masyarakat melakukan aksi anarkis.
 
"Jadi semuanya masih diprofiling oleh Ditsiber ya. Kita tunggu saja hasilnya nanti," tuturnya, Kamis (22/8/2019).
 
Dedi mengemukkaan penyebaran berita hoaks itu paling banyak disebarkan melalui media sosial Twitter, kemudian disusul Instagram dan Youtube. Namun, Dedi tidak menjelaskan lebih detail ihwal nama akun tersebut.
 
Kendati demikian, menurut Dedi jika Direktorat Tindak Pidana Siber berhasil mendeteksi pemilik akun anonim tersebut, maka Kepolisian langsung mengamankan pemilik akun.
 
"Yang jelas jika ada yang sudah terdeteksi, maka akan langsung diamankan," katanya.
 
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

papua kerusuhan
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top