Incar Lisensi, OCBC Siap Terjun Di Bisnis Bank Digital

Oversea-Chinese Banking Corp. (OCBC) yang merupakan bank terbesar kedua di Negeri Singa tersebut tengah menjadi partner joint venture untuk mengembangkan layanan perbankan cirtual untuk menggaet pasar dan konsumen baru.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 21 Agustus 2019  |  22:54 WIB
Incar Lisensi, OCBC Siap Terjun Di Bisnis Bank Digital
OCBC Bank - Bloomberg

Bisnis.com, BANDUNG – Oversea-Chinese Banking Corp. tengah melakukan pembicaraan dengan Singapore Telecommunications Ltd. terkait dengan izin layanan perbankan virtual.

Oversea-Chinese Banking Corp. (OCBC) yang merupakan bank terbesar kedua di Negeri Singa tersebut tengah menjadi partner joint venture untuk mengembangkan layanan perbankan cirtual untuk menggaet pasar dan konsumen baru. 

Perbankan di dunia tengah menghadapi tantangan yang kuat dari perusahaan teknologi dan telekomunikasi yang mulai masuk ke pasar layanan keuangan, mulai dari pembayaran hingga kredit.

Beberapa bank akhirnya memutuskan untuk berpartner dengan perusahaan teknologi, contohnya Standard Chartered Plc yang mengikat kerja sama dengan PCCW Ltd. untuk membentuk bank virtual.

Wacana yang digulirkan OCBC adalah pendahuluan sebelum perincian lebih lanjut tentang ketentuan aplikasi lisensi baru yang akan diluncurkan Monetary Authority of Singapore (MAS) akhir bulan ini. Alhasil, pilihan partner mungkin berubah sesuai persyaratan di dalam perizinan yang akan terbit tersebut.

“Kami terbuka untuk menjalin kemitraan dan usaha baru yang memungkinkan kami untuk melayani segmen dan pasar baru,” kata Kepala Digital dan Inovasi OCBC Pranav Seth, kepada Bloomberg, Rabu (21/8/2019)

Namun, dia  menolak mengomentari lebih jauh tentang aplikasi lisensi bank virtual. Sementara itu, pihak Singapore Telecommunications (Singtel) menolak memberikan komentar.

Sebelumnya, CEO Singtel Chua Sock Koong mengungkapkan bahwa perusahaan tengah mempelajari prospek lisensi virtual.

Rencananya, bank sentra Singapura MAS akan meluncurkan lima lisensi baru terkait dengan perbankan digital bagi perusahaan nonbank. Hal ini merupakan upaya untuk memperkuat kompetisi di sektor keuangan digital.

Inggris dan Hong Kong merupakan sejumlah negara yang telah memiliki lisensi bagi bank virtual. Bank virtual ini merupakan kompetitor bagi bank tradisional.

OCBC adalah satu-satunya bank di Singapura yang tidak memiliki layanan bank digital murni, meskipun perusahaan telah menggunakan teknologi untuk memfasilitasi layanan seperti investasi dan pembukaan rekening online bagi UKM.

Sementara itu, bank besar lainnya di Singapura DBS Group Holdings Ltd.  telah mengoperasikan bisnis bank digital di India dan Indonesia. Adapun, United Overseas Bank Ltd. (UOB) telah membuka satu bisnis bank digital di Thailand awal tahun ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ocbc nisp, ocbc

Sumber : Bloomberg

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top