Anggota TNI-Polri Tidak Gunakan Peluru Tajam Amankan Unjuk Rasa di Papua dan Papua Barat

Polri menjamin seluruh anggota TNI dan Polri yang diterjunkan mengamankan Papua dan Papua Barat tidak dilengkapi dengan peluru tajam, meskipun terjadi eskalasi peserta massa aksi.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 21 Agustus 2019  |  12:27 WIB
Anggota TNI-Polri Tidak Gunakan Peluru Tajam Amankan Unjuk Rasa di Papua dan Papua Barat
Prajurit TNI AD berjaga di kawasan Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Kota Sorong, Papua Barat, Selasa (20/08/2019). Penerbangan di Bandara DEO Pasca kerusuhan, Senin (19/08/2019) kembali normal dan masih dijaga ketat aparat TNI. - ANTARA FOTO/Olha Mulalinda

Bisnis.com, JAKARTA--Polri menjamin seluruh anggota TNI dan Polri yang diterjunkan mengamankan Papua dan Papua Barat tidak dilengkapi dengan peluru tajam, meskipun terjadi eskalasi peserta massa aksi.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Muhammad Iqbal mengatakan bahwa seluruh anggota TNI dan Polri yang ditugaskan mengamankan jalannya aksi tersebut akan mengedepankan upaya persuasif sesuai instruksi Kapolri Jenderal Pol. Muhammad Tito Karnavian.

"Saya tegaskan sekali lagi, petugas TNI dan Polri tidak dibekali peluru tajam, kami ingin kedepankan upaya komunikasi dengan saudara-saudara kita sesuai SOP," tutur Iqbal, Rabu (21/8/2019).

Iqbal optimistis upaya persuasif lebih cepat dan tepat mengatasi situasi Papua dan Papua Barat yang tengah diliputi kemarahan warganya karena insiden yang dialami pelajar Papua di Surabaya.

Iqbal juga mengimbau kepada masyarakat agar berhenti bertindak anarkis, karena bisa merugikan warga setempat.

"Kita semua bersaudara, hentikanlah semua tindakan yang merugikan di Papua. Toh, seluruh anak bangsa sudah menyerukan agar aksi ini tidak dilanjutkan," kata Iqbal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
papua barat

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top