Hadapi Tudingan Menista Agama, Abdul Somad Didampingi Lembaga Adat Melayu Riau

Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) menyatakan akan tetap mendampingi Abdul Somad berkaitan dengan kasus yang dituduhkan kepada tokoh yang akrab disapa UAS tersebut baru-baru ini.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 Agustus 2019  |  08:29 WIB
Hadapi Tudingan Menista Agama, Abdul Somad Didampingi Lembaga Adat Melayu Riau
Ustaz Abdul Somad. - Instagram Pribadi

Bisnis.com, JAKARTA - Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) menyatakan akan tetap mendampingi Abdul Somad berkaitan dengan kasus yang dituduhkan kepada tokoh yang akrab disapa UAS tersebut baru-baru ini.

“Pasalnya, selain pengurus LAMR, UAS menyandang gelar adat kehormatan Melayu Riau, Datuk Seri Ulama Setia Negara,” kata Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR, Datuk Seri Al Azhar, dalam pernyataan pers di Pekanbaru, Senin (19/8/2019).

Datuk Al Azhar menyampaikan hal tersebut didampingi oleh Ketum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Datuk Seri Syahril Abubakar, menanggapi gencarnya pemberitaan tentang tuduhan UAS menista agama tertentu hingga dilaporkan ke kepolisian.

Datuk Al Azhar menyatakan LAMR memiliki sumber daya yang memadai untuk mendampingi UAS dalam kasus tersebut.

Organisasi ini misalnya, juga memiliki Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang siap sedia mendampingi UAS dalam persoalan hukum.

Menurut dia, Datuk Seri Abdul Somad telah membuat klarifikasi terhadap tuduhan yang ditujukan kepadanya. Selain itu, materi yang dipermasalahkan terjadi tiga tahun lalu dan dibentangkan secara eksklusif.

"Atas dasar itu, kami justru mempertanyakan mengapa baru sekarang materi ceramah UAS dipermasalahkan, setelah tiga tahun terjadi, apalagi ceramah itu bersifat eksklusif (tertutup),” katanya.

Datuk Seri Syahril Abubakar menambahkan, atas dasar itu pula pihaknya menduga bahwa ada kepentingan lain di balik mempermasalahkan ceramah Abdul Somad tersebut.

"Tapi kami yakin, berbagai pihak masih memiliki niat baik agar masalah ini tidak merusak hubungan harmonis anak bangsa, sehingga bisa diselesaikan secara baik," ujarnya.

Pihak UAS juga sudah melakukan klarifikasi bahwa hal tersebut disampaikan untuk menjawab pertanyaan jamaah tentang Nabi Isa dan patung menurut Islam.

UAS menjawab pertanyaan jamaah tersebut di dalam kajian tertutup, di Masjid Raya Annur Pekanbaru, di kajian rutin setiap Sabtu subuh, bukan tabligh akbar di lapangan terbuka atau di televisi.

Selain itu, sudah lebih tiga tahun tidak lagi ada kajian subuh rutin di Masjid Raya Annur, artinya video itu dari kajian lama sebelum “viral” pada bulan Agustus ini.

Video ini kemudian yang menjadi dasar beberapa kelompok masyarakat melaporkan Abdul Somad dengan tudingan penistaan agama ke polisi. Salah satunya adalah Brigade Meo di Nusa Tenggara Timur.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
penistaan agama, Ustaz Abdul Somad

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top