Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Spekulan Tanah di Calon Ibu Kota Baru, Bappenas: Jangan Mimpi!

Bappenas memastikan spekulan tanah tidak bisa memainkan harga tanah khususnya di Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, terkait dengan lokasi ibu kota baru.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 20 Agustus 2019  |  21:14 WIB
Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro. - Antara/Wahyu Putro
Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro. - Antara/Wahyu Putro

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memastikan spekulan tanah tidak bisa memainkan harga tanah khususnya di Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, terkait dengan lokasi ibu kota baru.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang P. S. Brodjonegoro menyatakan dengan tegas bahwa pembangunan ibu kota di Kalimantan akan dijauhkan dari permainan spekulan tanah.

"Jadi, kalau ada yang jual beli properti, jual beli tanah, jangan mimpi menjadi spekulator untuk ibu kota baru ini," ujar Bambang di Kantor Bappenas, Selasa (20/8/2019).

Bambang menegaskan lahan yang akan dipakai pemerintah pasti lahan milik negara, bukan lahan yang dibeli pemerintah.

Dia menambahkan pelaku spekulan tanah, misalnya di Samboja, harus menyadari risiko hukum yang menantinya.

"Artinya, itu bukan karena intervensi pemerintah. Lokasi yang akan dipilih adalah yang sudah dikuasai pemerintah," ucapnya.

Dia memastikan untuk lokasi ibu kota baru, pemerintah tidak akan melakukan ganti rugi karena membeli lahan. "Jadi, spekulasi akan merugikan diri sendiri [jika berharap ambil untung dalam waktu singkat karena jual beli lahan] kecuali melihatnya dalam tempo yang jauh ke depan," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ibu Kota Dipindah
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top