Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Spekulan Tanah di Calon Ibu Kota Baru, Bappenas: Jangan Mimpi!

Bappenas memastikan spekulan tanah tidak bisa memainkan harga tanah khususnya di Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, terkait dengan lokasi ibu kota baru.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 20 Agustus 2019  |  21:14 WIB
Spekulan Tanah di Calon Ibu Kota Baru, Bappenas: Jangan Mimpi!
Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro. - Antara/Wahyu Putro
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memastikan spekulan tanah tidak bisa memainkan harga tanah khususnya di Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, terkait dengan lokasi ibu kota baru.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang P. S. Brodjonegoro menyatakan dengan tegas bahwa pembangunan ibu kota di Kalimantan akan dijauhkan dari permainan spekulan tanah.

"Jadi, kalau ada yang jual beli properti, jual beli tanah, jangan mimpi menjadi spekulator untuk ibu kota baru ini," ujar Bambang di Kantor Bappenas, Selasa (20/8/2019).

Bambang menegaskan lahan yang akan dipakai pemerintah pasti lahan milik negara, bukan lahan yang dibeli pemerintah.

Dia menambahkan pelaku spekulan tanah, misalnya di Samboja, harus menyadari risiko hukum yang menantinya.

"Artinya, itu bukan karena intervensi pemerintah. Lokasi yang akan dipilih adalah yang sudah dikuasai pemerintah," ucapnya.

Dia memastikan untuk lokasi ibu kota baru, pemerintah tidak akan melakukan ganti rugi karena membeli lahan. "Jadi, spekulasi akan merugikan diri sendiri [jika berharap ambil untung dalam waktu singkat karena jual beli lahan] kecuali melihatnya dalam tempo yang jauh ke depan," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ibu Kota Dipindah
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top