Boy Rafli Amar Raih Gelar Doktor Ilmu Komunikasi, Kapolri Tito Karnavian Turut Menguji

Mantan Kapolda Papua yang kini menjabat Wakil Kepala Lemdiklat Polri Irjen Pol. Boy Rafli Amar meraih gelar Doktor Ilmu Komunikasi dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 14 Agustus 2019  |  17:25 WIB
Loading the player ...
Sidang terbuka promosi doktor Boy Rafli Amar - Youtube/Unpad

Bisnis.com, SUMEDANG - Mantan Kapolda Papua yang kini menjabat Wakil Kepala Lemdiklat Polri Irjen Pol. Boy Rafli Amar meraih gelar Doktor Ilmu Komunikasi dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran.

Boy Rafli dinyatakan lulus pada Sidang Terbuka Doktor di Universitas Padjadjadjaran dengan IPK 3,90.

Saat sidang promosi doktor Ilmu Komunikasi Unpad, Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian turut hadir sebagai penguji.

Saat menjadi penguji, Tito mengaku hadir bukan sebagai Kapolri melainkan setara dengan penguji lainnya yakni sebagai akademisi.

"Saya datang ke sini bukan dalam kapasitas sebagai Kapolri, jadi tak perlu khawatir, Pak Boy mau jawab apa saja boleh," kata Tito di Bale Sawala Unpad, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Rabu (14/8/2019).

Adapun disertasi Boy Rafli Amar berjudul Integrasi Manajemen Media Dalam Strategi Humas Polri Sebagai Aktualisasi Promoter.

Selain Tito yang hadir sebagai penguji tamu, dalam sidang tersebut Boy diuji oleh Dr Dadang Rahmat Hidayat, Dr Dadang Sugiana, Prof Deddy Mulyana, Dr Edwin Rizal, Dr Atwar Bajari, Dr Ninis Agustini Damayani, Dr Siti Karlinah, dan Prof Mahfud Arifin.

Dalam disertasinya, Boy memaparkan bagaimana Polri melalui Divisi Humas dapat membangun opini publik melalui manajemen media yang dapat berpengaruh.

Boy menuturkan tak mudah bagi institusi Polri membangun kepercayaan publik. Survei Transparency Internasiobal Indonesia (TPI) pada tahun 2014, menempatkan Polri sebagai lembaga terkorup bersama DPR.

Di tahun yang sama, sambung Boy, survei litbang Kompas menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap institusi Polri hanya 46,7 persen.

Dari data tersebut, Divisi Humas Polri perlu bebenah dalam memandang era komunikasi. Terlebih dengan pesatnya perkembangan media sosial yang menjadi tantangan dan peluang baru bagi Polri.

"Fenomena [media sosial] tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Polri. Maka dari itu, Polri diharapkan dapat bersikap proaktif memanfaatkan media baru untuk kepentingan pengelolaan informasi ke luar dan ke dalam organisasi sebagai upaya membangun kepercayaan publik," kata Boy.

Terkait disertasi Boy Rafli, Kadivhumas Polri Irjen Pol. Muhamad Iqbal menjelaskan Polri akan menerapkan karya akademis tersebut.

"Tentu  saya sebagai Kadivhumas, itu sangat betul-betul kita jalankan," kata Iqbal.

Boy Rafli Ahmad tercatat cukup lama bertugas di lingkungan humas Polri. Lulusan Akpol 1988 itu pernah menjabat Karopenmas Divhumas Polri
untuk masa jabatan 3 Juli 2012 hingga 17 Desember 2014.

Selanjutnya pada 17 Desember 2014 hingga 14 April 2016 Boy menjabat Kepala Kepolisian Daerah Banten.  Saat memimpin Polda Banten inilah Boy ditarik kembali ke Mabes Polri di era Kapolri Jenderal Pol. Badrodin Haiti.

Boy menjadi Kepala Divisi Humas Polri periode 14 April 2016 hingga 18 April 2017.   

Selanjutnya, sejak 18 April 2017 sampai 13 Agustus 2018 Boy diangkat menjadi Kapolda Papua. 

Kini Boy menjabat Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri, tugas itu diembannya sejak 13 Agustus 2018.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
promosi

Sumber : Antara/youtube/wikipedia

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top