Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menteri Singapura: Tak Ada Keuntungan dari Ketidakstabilan di Hong Kong

Menteri Hukum dan Dalam Negeri Singapura meragukan adanya manfaat dari ketidakstabilan di Hong Kong, yang disebabkan oleh gelombang aksi protes sejak tiga bulan lalu.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 12 Agustus 2019  |  08:17 WIB
Pengunjuk rasa memblokir jalan di Cross-Harbour Tunnel, Hong Kong, China, Senin (5/8/2019). - Reuters/Eloisa Lopez
Pengunjuk rasa memblokir jalan di Cross-Harbour Tunnel, Hong Kong, China, Senin (5/8/2019). - Reuters/Eloisa Lopez

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Hukum dan Dalam Negeri Singapura meragukan adanya manfaat dari ketidakstabilan di Hong Kong, yang disebabkan oleh gelombang aksi protes sejak tiga bulan lalu.

Singapura secara luas dilihat sebagai tempat yang ramah bagi investor. Sejak aksi protes untuk menolak RUU ekstradisi pada Juni lalu, muncul wacana di antara pada pemimpin bisnis yang waspada dengan meningkatnya campur tangan China di Hong Kong untuk memindahkan investasi dan bisnis mereka ke Singapura.

Dalam wawancara dengan South China Morning Post, Menteri K Shanmugam mengatakan tidak ada keuntungan yang didapat dari ketidakstabilan kondisi di Asia.

 “Singapura mendapat manfaat dari stabilitas di kawasan Asia-Pasifik, termasuk di Hong Kong dan China. Dan jika Hong Kong berselisih dengan China, itu masalah bagi semua orang, termasuk Singapura,” ungkapnya, seperti dikutip Bloomberg.

Pandangan ekonomi untuk Hong Kong dan Singapura, yang merupakan rival lama untuk investasi asing, telah meredup bersamaan di tengah perang perdagangan yang sedang berlangsung antara AS dan China, dengan Hong Kong terus dirundung aksi protes yang berlarut-larut.

Menteri Keuangan Hong Kong Paul Chan memperingatkan pusat keuangan di Asia in imemasuki lingkungan ekonomi yang sangat sulit karena perdagangan menurun dan pertumbuhan melambat.

Sementara itu di Singapura, Perdana Menteri Lee Hsien Loong dalam pidato Hari Nasional 8 Agustus 2019 mengatakan pemerintah akan bersedia untuk merangsang ekonomi jika diperlukan, di tengah perlambatan yang disebabkan oleh perdagangan.

Shanmugam mengatakan butuh aksi protes dan demonstrasi yang jauh lebih besar dari saat ini untuk membuat investor serius meninggalkan Hong Kong.

"Kecuali jika orang menjadi pesimis terhadap China, saya tidak melihat perhitungan langsung dilakukan oleh investor yang serius," katanya. “Orang kemudahan mentransfer uang, dapat melakukan hal yang berbeda. Tapi saya pikir investor lainnya memahami posisi Hong Kong."

Dukungan utama China terhadap Hong Kong akan membantu kota mengatasi situasi ini, kata Shanmugam.

 “Kami berbeda dari Hong Kong karena kami tidak memiliki keunggulan yang sama dengan yang dimiliki Hong Kong. Hong Kong bisa mengatasi itu. Singapura mungkin tidak bisa menerimanya," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

demo Hong Kong
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top