Wapres : Indonesia Butuh Lebih Banyak Industri

Indonesia membutuhkan lebih banyak transformasi dalam bidang ekonomi untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 09 Agustus 2019  |  12:01 WIB
Wapres : Indonesia Butuh Lebih Banyak Industri
Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres Jakarta, Selasa (30/7/2019). - Antara
 
Bisnis.com, JAKARTA -- Indonesia membutuhkan lebih banyak transformasi dalam bidang ekonomi untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menuturkan transformasi itu terutama terkait masih banyaknya produk di Tanah Air yang diekspor ke luar negeri dalam bentuk barang mentah.

"Batu bara kita ekspor begitu saja, juga karet kita ekspor begitu saja [barang mentah]," kata Jusuf Kalla dalam seminar Transformasi Ekonomi untuk Indonesia Maju' di Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Menurutnya, transformasi barang mentah ini penting agar terbuka lapangan kerja lebih banyak akibat pembangunan industri.

Jusuf Kalla yang pernah menjadi pengendali Grup Bukaka itu menyebutkan saat ini sejumlah kebijakan pemerintah telah melahirkan transformasi bisnis, terutama memaksa hadirnya sejumlah industri baru di dalam negeri.

Transformasi ekonomi yang disebutkan berhasil dengan baik itu meliputi pembangunan industri kendaraan. Dari awalnya, Indonesia mengimpor mobil utuh pada 1960-an, saat ini telah menjadi negara produsen.

Menurut JK, Keberhasilan lainnya adalah minyak sawit yang diekspor dalam bentuk CPO hingga oleokimia. Indonenesia juga berhasil memaksa penghiliran mineral sehingga banyak smelter yang tengah dipacu pembangunannya.

"Jadi di beberapa tempat sebenarnya dalam bidang ekonomi kita sudah terjadi transformasi. Tapi tentu ini harus lebih banyak lagi yang kita harus transform, masih banyak lagi sumber daya alam yang kita ekspor begitu saja," katanya.

Transformasi ekonomi dari berbasis bahan baku menjadi produk hilir mutlak dilakukan. Pasalnya, kata JK, kesejahteraan bagi masyarakat lebih cepat dapat diraih jika Indonesia bergerak menjadi negara industri.

"Kita punya tugas. Kita mempunyai tujuan yang sama, yaitu bagaimana meningkatkan kemakmuran yang adil di negeri ini," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perekonomian

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top