Dikaitkan dengan Penembakan Massal, Cloudflare Tutup Layanan ke Forum 8chan

Ini adalah pembunuhan ketiga yang terkait dengan 8chan tahun ini, setelah penembakan di sebuah masjid di Christchurch, Selandia Baru, dan di salah satu sinagog di Poway, California.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 06 Agustus 2019  |  12:16 WIB
Dikaitkan dengan Penembakan Massal, Cloudflare Tutup Layanan ke Forum 8chan
Calon presiden dari Partai Demokrat Beto O'Rourke merangkul Patricia Olivera kerabat salah seorang yang selamat di lokasi penembakan massal. Sebanyak 20 orang kehilangan nyawa di Walmart di El Paso, Texas, AS 4 Agustus 2019. Kasus ini dikaitkan dengan situs forum diskusi online, 8chan, yang kemudian ditutup - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah perusahaan internet yang menyediakan layanan dan dukungan situs forum diskusi online, 8chan, memutuskan hubungan menyusul dugaan keterkaitan dengan tersangka penembakan massal di Texas.

Penghentian dukungan ini sekaligus membuat situs kontroversial ini menghentikan layanannya pada Senin (5/8/2019).

Cloudflare Inc., perusahaan internet AS yang memberikan dukungan proteksi dan konten terhadap 8chan memutuskan untuk menghentikan dukungannya terhadap situs yang berbasis di Filipina tersebut pada tengah malam hari Minggu.

Pemutusan dukungan ini menyusul dugaan bahwa tersangka pria bersenjata dalam penembakan massal di El Paso, Texas, telah memposting pesan panjang anti-imigran di forum tersebut dan mendorong orang lain untuk menyebarkan berita.

Ini adalah pembunuhan ketiga yang terkait dengan 8chan tahun ini, setelah penembakan di sebuah masjid di Christchurch, Selandia Baru, dan di salah satu sinagog di Poway, California.

Sebelum penutupan, 8chan menyatakan pada akun Twitter bahwa mungkin ada downtime dalam 24-48 jam ke depan dan akan menemukan solusi segera.

Setelah Cloudflare menghentikan layanan, 8chan masih memiliki layanan intermiten melalui perusahaan nama domain Epik, yang memiliki riwayat mendukung situs yang tidak didukung oleh pihak lain. Tetapi ketika perusahaan web-hosting Epik, Voxility, menemukan koneksi ke 8chan, layanan itu juga menghentikan dukungannya.

Voxility yang berbasis di London mengatakan baru menyadari bahwa Epik sedang melayani 8chan setelah diperingatkan oleh tweet yang dikirim oleh mantan Kepala Keamanan Facebook Inc. Alex Stamos pada Senin.

Tweet itu mendorong penyelidikan internal dan Voxility mengatakan perusahaan memutus hubungan Epik sebagai pelanggan beberapa jam kemudian. Voxility menyediakan layanan hosting untuk Epik sejak akhir April.

Maria Sirbu, wakil presiden pengembangan bisnis di Voxility, mengatakan Epik telah menghabiskan sekitar ribuan euro per bulan untuk layanan Voxility. Dalam sebuah wawancara, Sirbu mengatakan bahwa ketika Epik menjadi pelanggan Voxility, perusahaan tidak menyadari bahwa ia sedang melayani 8chan.

"Tidak satu pun dari pengecekan yang kami lakukan mengungkapkan sesuatu tentang hubungan dengan 8chan,” kata Sirbu, seperti dikutip Bloomberg.

Cloudfare juga memberikan kritik yang kuat untuk 8chan, dengan CEO Perusahaan Matthew Prince mengutuk forum tersebut sebagai "penampungan limbah kebencian."

"Alasannya sederhana: mereka telah membuktikan diri mereka tidak patuh hukum dan bahwa pelanggaran hukum telah menyebabkan banyak kematian yang tragis," tulis Prince dalam posting blog-nya.

Pendiri 8chan yang tidak lagi menjalankan situs tersebut, Fredrick Brennan mengatakan agar 8han menutup layanannya dalam sebuah wawancara pada hari Minggu.

Meskipun baik Brennan dan Prince sebelumnya mengadvokasi kebebasan berbicara dalam komunitas online, Brennan mengatakan bahwa 8chan tidak melakukan hal baik bagi dunia.

“Ini benar-benar negatif untuk semua orang kecuali pengguna yang ada di sana," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
internet, penembakan

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top