Ini Kenangan Menyentuh Ganjar Bersama Mbah Moen

"Sebelum Mbah Moen berangkat ke Tanah Suci, saya sempat bertemu dengan beliau di kediamannya di Sarang, Rembang," kata Ganjar di Semarang, Selasa (6/8/2019).
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 06 Agustus 2019  |  17:54 WIB
Ini Kenangan Menyentuh Ganjar Bersama Mbah Moen
Jenazah KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) dari RS Al Noor, Mekkah, Selasa pagi (6/8/2019) sekitar pukul 7.18 waktu setempat menuju tempat pemandian jenazah dan akan disemayamkan di Kantor Urusan Haji Daker Syisyah, Mekkah. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku terkenang saat salat berjamaah berdua dengan Kiai Haji Maimoen Zubair di kamar ulama karismatik yang akrab disapa Mbah Moen itu, beberapa waktu lalu.

"Sebelum Mbah Moen berangkat ke Tanah Suci, saya sempat bertemu dengan beliau di kediamannya di Sarang, Rembang," kata Ganjar di Semarang, Selasa (6/8/2019).

Saat itu, Ganjar datang tepat pukul 17.00 WIB dan belum melaksanakan Salat Ashar.

"Awalnya saya mau salat di masjid, tapi dilarang sama muridnya Mbah Moen. Katanya, Mas Ganjar disuruh nunggu dulu. Akhirnya saya nunggu cukup lama," ujarnya.

Sekitar 10 menit kemudian, lanjut Ganjar, Mbah Moen keluar dari kamarnya dan saat diminta santrinya untuk Salat Ashar di masjid, Mbah Moen menolak dan mengatakan ingin salat dengan Ganjar.

"Setelah itu saya salat berjamaah dengan Mbah Moen di kamarnya, berdua. Setelah doa, beliau mendoakan saya. Itu kenangan yang paling saya ingat," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ganjar menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Mbah Moen.

"Saya atas nama pribadi, keluarga dan sebagai Gubernur Jateng menyampaikan duka yang mendalam. Innalillahi wa innailaihi rojiun, kita berdoa semoga Mbah Moen khusnul khotimah," ujar Ganjar dengan mata berkaca-kaca.

"Banyak kenangan tentang beliau. Selama saya dengan Gus Yasin mulai sejak kampanye sampai terpilih, selalu bareng beliau. Selama ini, beliau selalu memberikan pesan tentang semangat kebangsaan, patriotisme dan kenegaraan. Beliau ini sosok kiai yang nasionalis yang menjadi rujukan hampir semua orang," ujarnya.

Selain nasionalis, di mata Ganjar, sosok Mbah Moen merupakan tokoh ulama yang rendah hati dan penyayang karena meskipun almarhum tergolong kiai sepuh, namun tidak pernah menganggap orang lain lebih rendah darinya.

"Beliau seorang kiai yang sangat rendah hati dan sangat penyayang. Saya selalu digandeng dan dipeluk saat bertemu, saya merasa beliau itu sangat penyayang. Tidak pernah saya melihat ada pikiran-pikiran atau ucapan buruk yang disampaikan Mbah Moen," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Mbah Moen

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top