Pansel Bicara Soal Harapan Perempuan Jadi Pimpinan KPK

Yenti mengatakan dalam proses seleksi capim KPK tidak membedakan-bedakan antara pria dan perempuan. Semua harus sesuai dengan aturan dan memenuhi seluruh kriteria.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 29 Juli 2019  |  18:08 WIB
Pansel Bicara Soal Harapan Perempuan Jadi Pimpinan KPK
Panitia Seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/6/19). - ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA - Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berbicara soal segala pertimbangan dan harapan diisinya komposisi perempuan dalam komisioner KPK periode mendatang.

Kandidat perempuan dalam seleksi capim KPK saat ini hanya menyisakan enam orang dari 104 yang lolos tahap uji kompetensi. Sisanya, 98 orang adalah pria.

"Kalau saya dalam posisi kita [Pansel] memang mempertimbangkan, kita mengharapkan ada perempuan," kata Ketua Pansel KPK Yenti Garnasih dalam suatu diskusi bertajuk Pertimbangan Keseimbangan Gender Dalam Proses Pemilihan Calon Pimpinan KPK, Senin (29/7/2019).

Hanya saja, Yenti mengatakan dalam proses seleksi capim KPK tidak membedakan-bedakan antara pria dan perempuan. Semua harus sesuai dengan aturan dan memenuhi seluruh kriteria. 

Yenti menegaskan perempuan yang lolos tahap demi tahap proses seleksi harus mampu bersaing dengan kandirat pria. Terkait seberapa penting komposisi perempuan dipucuk pimpinan, kata dia, hal itu kembali ke KPK

"Yang paling tahu dari KPK, kita hanya melihat dari luar saja, jadi paling bagaimana dalam mencari keputusan kemudian bagaimana membicarakan tentang koordinasi dan sebagainya," kata dia.

Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi Komisi Yudisial Sukma Violetta menambahkan perlu adanya kesempatan komposisi perempuan dalam pucuk pimpinan KPK selanjutnya. Menururnya, keterlibatan perempuan di lembaga antikorupsi dinilai penting. 

"Ada beberapa studi yang melibatkan perempuan dengan antikorupsi. Kalau disebut perempuan itu dapat menghadapi persoalan korupsi," kata dia ditempat yang sama.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Transparency International Indonesia Dadang Trisasongko menyarankan agar Pansel sedapat mungkin memasukan perspektif gender dalam memilih capim KPK. Namun demikian, dia mencatat terkait kolektif kolegial.

"Catatan ke depan, bagaimana relasi antara perempuan dan laki-laki serta bagaimana mereka bersikap dalam kolektif kolegial itu. Supaya upaya pemberantasan korupsi kita itu dapat melihat perspektif gender," ujar Dadang.

Dalam komposisi komisioner KPK saat ini, satu-satunya perempuan hanyalah Basaria Panjaitan yang menjadi wakil ketua KPK.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pansel KPK, seleksi capim kpk

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top