Dua Wirausahawan Muda Ethiopia Akan Hadiri IAID 2019 di Bali

Dua tokoh wirausaha muda Ethiopia akan menghadiri pertemuan Indonesia Africa Infrastructure Dialogue (IAID) di Bali pada 20-21 Agustus 2019 mendatang.
Akhirul Anwar
Akhirul Anwar - Bisnis.com 28 Juli 2019  |  18:54 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Dua tokoh wirausaha muda Ethiopia akan menghadiri pertemuan Indonesia Africa Infrastructure Dialogue (IAID) di Bali pada 20-21 Agustus 2019 mendatang.

Keduanya adalah Kalewongel Tesfaye, CEO Youth 2 Youth dan Sileshi Umer CEO Safe Light, dua organisasi pemuda terkemuka di Ethiopia sekaligus founder Ethiopia-Indonesia Youth Association (EIYA) yang dibentuk 11 Juni 2019 di KBRI Addis Ababa.

“Kehadiran tokoh yang juga wirausahawan muda Ethiopia itu di IAID diharapkan dapat meningkatkan hubungan dan kerja sama Indonesia dengan Ethiopia, khususnya dibidang ekonomi, sesuai dengan tujuan IAID. Sebagaimana diketahui, IAID merupakan tindak lanjut dari Indonesia-Africa Forum (IAF) yang diselenggarakan April 2018”, kata Al Busyra Basnur, Duta Besar Indonesia untuk Ethiopia, Djibouti dan Uni Afrika dalam keterangan pers, Minggu (28/7/2019).

“Setelah menghadiri IAID di Bali, pemuda Ethiopia itu akan terbang ke Jakarta dan mengadakan pertemuan dengan sejumlah pejabat pemerintah dan berbagai organisasi pemuda Indonesia," imbuh Basnur.

Kalewongel mengatakan kesempatan menghadiri IAID di Bali akan membuka peluang yang lebih besar baginya untuk mempererat hubungan dan kerjasama Ethiopia-Indonesia, khususnya program kerja sama yang melibatkan pemuda. Kalewongel juga akan bertemu dengan Duta Besar Ethiopia di Indonesia, Prof Admasu yang juga mantan rektor Universitas Ababa dimana ia dulu belajar.

“Saya juga akan menyampaikan ceramah dan kuliah umum di Jakarta serta mengadakan pertemuan dengan founders asosiasi pemuda Indonesia-Ethiopia, Kevin, Fathie dan Briyan. Yang tidak kalah penting adalah, don’t die before visiting Bali”, tambah Kalewongel.

Sileshi menegaskan bahwa kunjungannya ke Indonesia akan ia manfaatkan untuk meningkatkan hubungan dan kerjasama bilateral, terutama di bidang social entrepreneurs, investasi, kepemudaan dan urban development.

“Saya sangat senang mempunyai kesempatan berkunjung ke Indonesia karena mendorong saya mengembangkan kerja sama Ethiopia dengan Indonesia," kata Sileshi.

Sementara itu, Fathie Sampaguita, founder Indonesia-Ethiopia Youth Association (IEYA) yang juga menjadi pembicara pada 1st Ethiopia-Indonesia Young Entrepreneurs (1st EIYE) di Addis Ababa mengatakan akan mengadakan pertemuan dengan Kalewongen dan Sileshi di Jakarta untuk mendiskusikan berbagai rencana kegiatan kedepan asosiasi pemuda kedua negara.

Sedangkan Kevin Alwino, juga founder IEYA dan pembicara pada 1st EIYE, mengatakan sejumlah kegiatan yang sedang dirancang dengan pemuda Ethiopia antara lain pertukaran pemuda Indonesia-Ethiopia, Youth World Peace Forum, kerjasama film dan musik, serta praktek kerja pemuda di perusahaan-perusahaan berbasis start-up.

Basnur menambahkan, dalam dua bulan ini dan ke depan, Indonesia menjadi tujuan kunjungan sejumlah tokoh pemuda Ethiopia untuk berbagai kegiatan Misalnya, Markos Lemma, CEO IceAddis dan Yosef Sekretaris Jenderal IceAddis berada di Bandung dan Jakarta awal Juli 2019 untuk mengikuti kegiatan workshop. Di Bandung mereka juga berkunjung dan berdiskusi dengan pimpinan Museum Konferensi Asia Afrika.

Sementara itu, awal September mendatang, Liyuneh Tamirat, CEO Inspired Ethiopia Association yang juga artis dan seniman musik Ethiopia yang sebelumnya adalah anak jalanan dan tukang semir sepatu di kota Addis Ababa, juga akan ke Bali untuk menikmati bulan madu. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ethiopia

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top