Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Walhi : Perlunya Partai Hijau sebagai Solusi Perlindungan Lingkungan

Walhi Sulawesi Tengah menyatakan, politik dengan mendorong partai alternatif, yaitu Partai Hijau Indonesia, merupakan langkah dari gagasan dan upaya untuk pemaksimalan perlindungan lingkungan hidup dan sumber daya alam.
Rustam Agus
Rustam Agus - Bisnis.com 18 Juli 2019  |  12:15 WIB
Ilustrasi - Antara/Adeng Bustomi
Ilustrasi - Antara/Adeng Bustomi

Bisnis.com, PALU--Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulawesi Tengah menyatakan, politik dengan mendorong partai alternatif, yaitu Partai Hijau Indonesia, merupakan langkah dari gagasan dan upaya untuk pemaksimalan perlindungan lingkungan hidup dan sumber daya alam.

"Penting hadirnya partai alternatif, Partai Hijau Indonesia untuk menjadikan politik lingkungan hidup sebagai agenda utama," ucap Direktur Eksekutif WALHI Sulteng, Haris Lapabira, di Palu, Kamis.

Pernyataan Lapabira berlatar diskusi publik pembangunan partai alternatif oleh WALHI Sulawesi Tengah, di Palu.

Ia menguraikan, pertemuan konsultasi nasional lingkungan hidup (KNLH) yang dirangkaikan temu rakyat pada Desember 2017 lalu, WALHI akan ikut mengintervensi politik elektoral.

Namun, sebut dia, hal itu tidak cukup perlu ada partai politik sendiri yang dapat menghimpun dan mengkonsolidasikan aktivis lingkungan. 

Karena itu, pada 1999, kata dia, sejumlah aktivis lingkungan termasuk WALHI telah membentuk dan mendaftarkan Partai Hijau Indonesia untuk ikut kontestasi politik. Hanya saja konsolidasi di tataran aktivis lingkungan belum masif.

"Biaya pemilu yang begitu mahal, membuat Partai Hijau Indonesia gagal untuk ikut dalam kontestasi politik," sebutnya.

Dalam perjalanannya, Partai Hijau Indonesia yang di gagas aktivis lingkungan sebagai partai alternatif kembali dibahas pada 2012 di Bandung. Namun kembali gagal, karena pembangunan partai alternatif ini belum di respon serius oleh banyak pihak termasuk aktivis lingkungan hidup.

Gerakan membangun partai alternatif, Partai Hijau Indonesia, juga berasal dari inisiatif rakyat dalam mengelola kekayaan alamnya, dengan mengedepankan pengetahuan dan kearifan setempat yang ada, namun tidak diakui negara.

Parahnya lagi, berbagai pengetahuan dan kearifan lokal tersebut turut di hancurkan melalui mesin-mesin modernisme. "Hal ini pada gilirannya telah mengancam kelangsungan sumber-sumber kehidupan rakyat, yang mengakibatkan bencana ekologis," ujar dia.

Ia menambahkan, dalam kerangka itu kemudian WALHI kembali mendorong agar kembali membangun kekuatan politik lingkungan hidup.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

walhi perlindungan lingkungan

Sumber : Antara

Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top