Pasukan Perdamaian PBB Indonesia Transit di KBRI Addis Ababa

Acara dihadiri oleh sekitar 50 orang terdiri dari pejabat dan staf KBRI Addis Ababa serta 29 orang pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) asal Indonesia yang bertugas di UNAMID Darfur. Pasukan Indonesia tersebut bertugas disana selama 14 bulan.
Akhirul Anwar
Akhirul Anwar - Bisnis.com 02 Juli 2019  |  01:34 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -  Ketua Tim Satgas Indonesia Force Protection Company (FPC) UNAMID Darfur, Mayor Arhanud Mohamad Arifin mengatakan generasi muda Indonesia harus siap dan bekerja keras menghadapi perubahan di era digitalisasi.

Tantangan ke depan semakin berat sehingga generasi muda harus membekali diri dengan berbagai macam ilmu pengetahuan dan teknologi, tak terkecuali kemampuan bahasa yang merupakan modal dasar melangkah ditengah persaingan dunia.

Mayor Arhanud Mohamad Arifin menyampaikan itu dalam pertemuan dan wawancara yang dipandu oleh Al Busyra Basnur, Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti dan Uni Afrika bertempat di KBRI Addis Ababa, Senin (1/7/2019).

Acara dihadiri oleh sekitar 50 orang terdiri dari pejabat dan staf KBRI Addis Ababa serta 29 orang pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) asal Indonesia yang bertugas di UNAMID Darfur. Pasukan Indonesia tersebut bertugas disana selama 14 bulan.

Pasukan perdamaian PBB asal Indonesia itu berada di Addis Ababa dalam rangka transit sehari menjelang pulang ke Indonesia. Mereka telah melaksanakan tugas dengan baik sesuai dengan mandat dan perintah negara.

“Kami adalah pasukan Indonesia yang terakhir meninggalkan daerah misi, karena berakhirnya penugasan di UNAMID Darfur”, kata Mayor Arh Arifin yang juga anak muda Indonesia berpotensi itu dalam keterangan pers yang diterima Bisnis.com.

Pada pertemuan tersebut, pasukan Indonesia untuk PBB itu menceritakan berbagai pengalaman menarik mereka selama menjalankan tugas.

“Pengalaman yang paling menyenangkan bagi kami selama melaksanakan tugas adalah kami merasa tidak pernah terancam. Pasukan Indonesia diterima dengan sangat gembira dan terbuka oleh semua lapisan masyarakat,” kata Kapten Laut (KH) Novendi Simangunsong yang juga bertugas sebagai penterjemah Bahasa Arab.

Ketika Duta Besar Al Busyra Basnur menanyakan pengalaman yang paling pahit dan tidak menyenangkan, pasukan perdamaian Indonesia itu mengatakan tidak ada.

Pada pertemuan itu, Duta Besar Al Busyra Basnur menyampaikan penghargaan yang tinggi dan terima kasih kepada pasukan perdamaian Indonesia dibawah UNAMID tersebut yang telah melaksanakan tugas dengan baik dan sukses.

“Adik-adik, tidak hanya menjadi pahlawan bagi bangsa dan negara Indonesia, juga pahlawan bagi terciptanya kerukunan dan perdamaian dunia. Tugas adalah suatu kehormatan dalam menjunjung tinggi komitmen dan menjaga nama baik bangsa dan negara kita”, kata Duta Besar Al Busyra Basnur.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ethiopia

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top