Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ibu Hamil 8 Bulan di London Ditusuk Hingga Tewas, Begini Kondisi Bayinya

Tindakan keji dilakukan seorang pria berusia 37 tahun yang menusuk seorang ibu yang sedang hamil 8 bulan. Kasus penusukan yang menggemparkan itu terjadi di London, Inggris, Sabtu (29/6/2019) waktu setempat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 Juni 2019  |  14:51 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, LONDON - Tindakan keji dilakukan seorang pria berusia 37 tahun yang menusuk seorang ibu yang sedang hamil 8 bulan. Kasus penusukan yang menggemparkan itu terjadi di London, Inggris, Sabtu (29/6/2019) waktu setempat.

Pihak Kepolisian Inggris menyebutkan bayi yang dikandung ibu yang nahas itu kini dalam kondisi kritis.

Polisi menerima panggilan ke salah satu alamat di London selatan pada pukul 3:30 pagi, tempat mereka menemukan korban luka berusia 26 tahun. Bayinya dilahirkan dan dibawa ke rumah sakit.

Sementara itu, pria berusia 37 tahun diringkus lantaran diduga menjadi pelaku pembunuhan.

Perdana Menteri Theresa May membantah tuduhan bahwa pembiayaan yang diperas oleh kepolisian serta pemangkasan dalam pelayanan sosial berkontribusi terhadap maraknya insiden penikaman.

Menurut data statistik resmi, selama 2018 terdapat 285 kasus penikaman fatal di Inggris dan Wales, level tertinggi sejak rekor dimulai lebih dari 70 tahun yang lalu.

"Ini merupakan insiden yang mengerikan, seorang ibu muda kehilangan nyawanya dan bayinya dalam kondisi kritis," kata Kepala Reserse Inspektur Mick Norman, Sabtu.

Hingga tulisan ini dibuat belum ada informasi lebih lanjut tentang kondisi terakhir sang bayi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penikaman

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top