Alunan Angklung Indonesia Hipnotis Canberra

Bagaikan terhipnotis, para peserta Women's International Club of Canberra (WIC) turut hanyut bernyanyi mengikutui lantunan lagu Waltzing Matilda dan Edelweiss, lagu populer di Australia dengan angklung.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 28 Juni 2019  |  03:59 WIB
Alunan Angklung Indonesia Hipnotis Canberra
Angklung - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA—Bagaikan terhipnotis, para peserta Women's International Club of Canberra (WIC) turut hanyut bernyanyi mengikutui lantunan lagu “Waltzing Matilda” dan “Edelweiss”, lagu populer di Australia dengan angklung.

Dikutip dari siaran pers KBRI Canberra, penampilan angklung yang dilakukan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Canberra ini merupakan bagian dari promosi Indonesia dalam kegiatan Multicultural Event.

Acara promosi budaya yang bertempat di Hellenic Club, Canberra, kali ini menjadi spesial ketika lantunan lagu berbahasa Inggris dipersembahkan dengan menggunakan alat musik tradisional angklung oleh 18 orang anggota DWP dengan apik.

Lagu “Waltzing Matilda” sendiri merupakan lagu yang sangat populer di Australia dan bahkan didaulat sebagai “unofficial national anthem” bagi masyarakat Negeri Kangguru.

Tidak heran begitu lagu dimainkan, para peserta langsung tersenyum dan tanpa sadar bersenandung turut bernyanyi mengikuti alunan nada angklung.

Selain pertunjukkan seni musik tradisional angklung, Indonesia sebagai peserta juga turut menampilkan display “Wonderful Culture of Indonesia” berikut video promosi 10 New Bali pada booth khusus yang telah disiapkan oleh pihak penyelenggara.

Pada booth Indonesia ditampilkan pula sepasang model berpakaian adat Betawi, beragam karya seni kreasi dan budaya Indonesia. Ada wayang, topeng, dan hiasan tari khas Jawa Tengah serta Bali.

Tak ketinggalan soal kuliner, ada beragam bumbu dan rempah khas Indonesia seperti jahe, cengkeh, pala, jinten, kapulaga, pekak, lada, kayu manis, serai, dan daun salam.

Tidak hanya itu, tersedia juga promosi pariwisata Indonesia dan berbagai produk makanan kemasan Indonesia yang tentunya dapat dicicipi oleh para pengunjung yang hadir.

Salah satunya pengunjung dari Jepang, Kaori, tampak sangat suka dengan kerupuk udang rasa rumput laut yang disajikan. “Rasanya sangat gurih dan renyah, mirip seperti snack Jepang”, tuturnya.

Selain makanan kemasan yang disajikan sebagai bagian promosi produk Indonesia, DWP KBRI Canberra juga menyajikan jajanan khas tanah air, yakni risoles ayam dan wingko babat, yang juga diserbu pengunjung asing lainnya.

“Ini sangat cocok untuk teman minum teh pagi,” ujar Minal, pengunjung dari Inggris, sambil tersenyum.

Selain Indonesia, terdapat juga booth dari negara lain seperti Palestina, Irlandia, Siprus, Guatemala, dan Pantai Gading.

Women's International Club of Canberra merupakan perkumpulan khusus perempuan yang beranggotakan perempuan yang berasal dari 5 benua yang menetap baik secara permanen atau sementara di Canberra, Australia.

Diharapkan melalui acara budaya ini, para anggota WIC dan publik Australia akan semakin mengenal Indonesia. Pada gilirannya, mereka diharapkan akan tertarik untuk melakukan perjalanan ke Indonesia, baik untuk berlibur maupun kunjungan lainnya.

Pada 2018, jumlah wisman asing dari Australia yang berkunjung ke Indonesia sebanyak 1,3 juta orang, dan diharapkan akan meningkat menjadi 1,5 juta orang pada 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
australia, angklung

Sumber : KBRI Canberra

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup