Paris Air Show 2019, Ini Transaksi Miliaran Dolar Airbus & Boeing

Paris Air Show tengah berlangsung di Le Bourget Airport di dekat Paris, Prancis. Ini transaksinya yang bernilai miliaran dolar AS.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 22 Juni 2019  |  14:31 WIB
Paris Air Show 2019, Ini Transaksi Miliaran Dolar Airbus & Boeing
Paris Air Show 2019 di Le Bourget Airport di dekat Paris, Prancis. - Reuters/Pascal Rossignol

Bisnis.com, JAKARTA – Paris Air Show tengah berlangsung di Le Bourget Airport di dekat Paris, Prancis.

Hajatan tahun ini berlangsung pada 17 hingga Juni 2019. Paris Air Show dipandang sebagai salah satu pameran industri dirgantara terbesar di dunia sebagaimana juga by Dubai Air Show dan Singapore Airshow.

Salah satu “kebesaran” perhelatan ini ditandai dengan banyaknya transaksi yang terealisasi di ajang tersebut.

Berikut kesepakatan jual beli yang tercapai di Paris Air Show untuk Airbus dan Boeing:

AIRBUS:

JetBlue Airways berencana memesan 13 pesawat jet Airbus A321XLR serta 10 lebih banyak dari A220 yang lebih kecil;

Airbus mengatakan Saudi Flynas menandatangani MOU untuk 10 A321XLR, juga setuju untuk memperbesar 10 A320neo yang sudah dipesan menjadi ke A321neo;

Nordic Aviation Capital untuk sementara memesan 20 pesawat keluarga Airbus A220;

American Airlines memesan 50 A321XLRs, termasuk 30 konversi dari pesanan A321neo terdahulu. Sebanyak 20 pesanan sisanya diperkirakan bernilai sekitar US$2,8 miliar;

Indigo Partners, perusahaan ekuitas swasta milik Bll Franke, veteran investor maskapai berbiaya rendah, setuju membeli 32 A321XLRs dengan nilai sekitar US$$4,5 miliar, dan mengonversi 18 pesanan pesawat keluarga A320 sebelumnya ke pesawat baru;

Accipiter Holdings membeli 20 unit A320neo dengan nilai US$2,2 miliar. Pesanan selesai pada Maret 2019 dan telah terdaftar dalam buku pesanan Airbus;

China Airlines Taiwan menandatangani kesepakatan awal untuk membeli 11 unit A321neos, senilai sekitar US$1,4 serta menyewa 14 unit lainnya;

Air Lease Corp. menandatangani letter of intent untuk pembelian 50 unit A220-300, 27 unit A321XLRs dan 23 unit A321neos yang diperkirakan bernilai US$$11 miliar;

Virgin Atlantic memesan 14 unit A330neo dengan nilai US$4,1 miliar dan memiliki opsi untuk membeli enam unit lagi.

Maskapai Lebanon Middle East Airlines memesan empat unit A321XLR, diperkirakan bernilai lebih dari US$500 juta;

Maskapai berbiaya rendah Filipina, Cebu Air, memesan 16 unit A330neos, 10 unit A321XLRs, dan 5 unit A320neos, dengan nilai total sekitar US$6 miliar;

Saudia Airlines, maskapai Arab Saudi, memesan pesawat keluarga A320neo dengan total nilai sekitar US$3,3 miliar dan mengambil opsi 35 lebih lagi;

AirAsia Group mengonversi 253 pesanan A320neo ke A321neo yang lebih besar;

IAG memesan delapan unit A321XLR untuk maskapai Iberia dan enam untuk Aer Lingus, plus 14 opsi. Pesanan bernilai sekitar US$1,8 miliar;

Qantas Airways memesan 10 unit A321XLR dengan nilai sekitar US$1,3 miliar dan akan mengonversi 26 pesawat dari pesanan sebelumnya ke model baru.

BOEING:

ASL memesan 10 unit 737-800 pesawat kargo yang dikonversi, bernilai sekitar US$1,1 miliar dengan harga jual, dan menyetujui hak beli untuk 10 unit berikutnya;

Qatar Airways memesan lima pesawat kargo 777F bernilai sekitar US$$1,7 miliar;

Turkmenistan Airlines bermaksud memesan satu unit 777-200LR senilai $ 346,9 juta dengan harga daftar;

Maskapai Waiwan China Airlines untuk sementara memesan hingga enam 777 kargo, bernilai sekitar US$2,1 miliar;

IAG menandatangani letter of intent untuk pembelian 200 unit 737 pesawat, yang terdiri dari campuran 737-8 dan 737-10, bernilai lebih dari US$24 miliar;

Korean Air komit untuk membeli 20 unit 787 Dreamliners dengan nilai US$6,3 miliar;

Air Lease Corp setuju membeli lima lagi pesawat 787-9 dengan nilai sekitar US$1,5 miliar;

Gecas menggunakan hak pembelian 10 unit 737-800 pesawat kargo yang dikonversi dengan nilai sekitar US$1,1 miliar dan menambahkan 15 hak pembelian lagi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
boeing, airbus, paris air show

Sumber : Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top