Begini Konsep KKN Internasional dari Kampus UMM

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerpakan KKN Internasional untuk mencetak tenaga guru berwawasan global. 
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 08 Juni 2019  |  10:25 WIB
Begini Konsep KKN Internasional dari Kampus UMM
Ilustrasi - Praktik mengajar dalam program KKN Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Thailand. - Bisnis/Istimewa

Bisnis.com, MALANG - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerpakan KKN Internasional untuk mencetak tenaga guru berwawasan global. 

Nur Widodo, Kepala Magang Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM, mengatakan bahwa sampai dengan Juni 2019, FKIP UMM telah empat kali mengirimkan mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan Magang 3 Internasional ke Thailand. 

"Sejak 2015, FKIP UMM menjalin kerja sama dan mengirimkan mahasiswa untuk mengajar di Thailand," katanya di Malang, Sabtu (8/6/2019). 

Kunjungan 12 senator (anggota parlemen) Thailand yang dipimpin Jendral Tuang Antachai (mantan kepala staf Angkatan Darat/Gen.Udomchai Tammasarorat) pada 10 Agustus 2018 ke UMM menandai kerja sama FKIP-Pemerintah Thailand ini.

Magang ke Thailand ini diselenggarakan pada setiap Juni. Selama satu bulan penuh, mahasiswa melaksanakan kegiatan praktek mengajar di sekolah. Mahasiswa melaksanakan magang di sekolah yang tergabung dalam Muslim Education Development Association Thailand (MEDAT), suatu organisasi sekolah yang beranggotakan SD, SMP dan SMA di seluruh wilayah Thailand. 

"Berkat kerja sama yang harmonis, setiap tahunnya FKIP mengirimkan 45 hingga 55 mahasiswa dari enam program studi (Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, PGSD, Biologi, Matematika dan PPKN) keempat provinsi di Thailand, yaitu Bangkok, Satun, Krabi dan Songklha," ungkap Nur Widodo.

Melalui Magang 3 ini, kata dia, mahasiswa melakukan kegiatan mengajar. Apapun latar belakang disiplin ilmunya, mereka akan mengajar Bahasa Inggris, budaya dan Bahasa Indonesia, kepanduan, dan pelajaran ekstra kurikuler lainnya.

Mulai 2018 kegiatan Magang 3 ini digabungkan dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kependidikan. Oleh karena itu, durasi program bertambah satu bulan, sehingga magang dan KKN mahasiswa berakhir pada bulan Agustus. Dengan penggabungan magang dan KKN ini, maka mahasiswa semakin leluasa dalam merancang dan melaksanakan kegiatan kemasyarakatan. 

"Melalui program gabungan ini, mahasiswa mampu mengembangkan koperasi sekolah, mengenalkan berbagai budaya daerah di Indonesia, seperti kesenian wayang, angklung, batik jumput dan lain lainnya. Bahkan ada kelompok mahasiswa yang menggerakkan gemar membaca dan literasi melalui perpustakaan keliling," ungkap Nur Widodo.

Kegiatan Magang 3 dan KKN Internasional ini sekalipun berlingkup bilateral, memiliki makna penting bagi mahasiswa.  Tidak hanya terkait dengan school exposer, tetapi lebih pada international atmosphere. Mahasiswa perlu memiliki wawasan internasional, terlebih dengan telah diberlakukannya pasar bebas ASEAN sejak tahun 2015.

"Mau tidak mau, dunia pendidikan pasti terimbas oleh globalisasi, dan mahasiswa harus dipersiapkan untuk memenangi kompetisi global termasuk dalam dunia pendidikan ini," katanya.

Dia juga menjelaskan, melalui magang internasional ini maka berbagai kualifikasi seperti yang dikehendaki oleh pembelajaran abad 21 antara lain kemahiran komunikasi, berfikir kreatif, bekerja sama dan bahkan kemandirian dapat dikuatkan pada mahasiswa peserta magang dan KKN Internasional ini.

Oleh karena itulah mahasiswa peserta Magang dan KKN Internasional ini mendapatkan pembekalan yang terkait dengan pemenuhan empat kualifikasi yang dipersyaratkan, penguatan spirit de corp, penguasaan bahasa dan budaya Thailand serta tidak kalah pentingnya adalah  penguasaan mapping dan traveling di Thailand.

Pengalaman kegiatan Magang dan KKN Kependidikan 2018 berhasil mendapatkan apresiasi oleh Kementerian Pendidikan Thailand dalam bentuk "Teacher of the Year". Penghargaan tersebut diperoleh berkat kerja mahasiswa dalam mengajarkan dan mengembangkan koperasi sekolah.

Mahasiswa peserta magang ini juga telah mendokumentasikan kegiatannya dalam bentuk buku. Dengan membaca buku catatan pengalaman mereka, maka pembaca dapat memetik good practice-nya. 

Buku karya mahasiswa alumni program magang ini diterbitkan untuk kalangan umum. Judul bukunya "Bangsaku Kawanmu" untuk edisi tahun 2016, dan "Catatan Kenangan Thailand" untuk tahun 2018.

Pada 2019 ini FKIP UMM kembali mengirimkan 46 mahasiswa untuk mengikuti kegiatan magang dan KKN internasional. Mahasiswa tersebut merupakan hasil seleksi dari 100 peminat. Ke 46 mahasiswa yang terseleksi selanjutnya telah dipersiapkan dengan intensif selama bulan Mei.

Di samping penguatan kualifikasi, pengembangan program individu, penguatan spirit de corp dan penguasaan wilayah dan budaya Thailand, untuk menajamkan kemandirian dan kepekaan sosialnya disentuh melalui program MOR, ICA dan NOLL.

Dekan FKIP UMM Poncojari Wahyono, menegaskan peserta Magang dan KKN Internasional tahun ini diharapkan tidak sekdar melaksanakan program yang telah dipersiapkannya. 

"Peserta saya harapkan untuk mampu memikat hati sekolah di Thailand dengan karakter keunggulannya sehingga mendapatkan kesempatan untuk direkrut sebagai guru di Thailand setelah lulus nantinya, sebagaimana kakak tingkatnya," ucapnya.

Menjadi guru di Thailand itu sangat menjanjikan, kata dia,karena tidak mensyaratkan sertifikasi seperti di Indonesia dan gajinya lumayan jauh lebih tinggi. Rektor UMM  Fauzan berharap program ini dapat diperluas lagi di berbagai negara lain. Syukur-syukur bisa di Eropa maupun Amerika Serikat. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pendidikan, kkn, Universitas Muhammadiyah Malang

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top