Keluarga Megawati dan SBY Harmonis, Gerindra Menilai Itu Bagus

Partai Gerindra menyambut baik pertemuan tokoh Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri di momen Idulfitri.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 07 Juni 2019  |  01:15 WIB
Keluarga Megawati dan SBY Harmonis, Gerindra Menilai Itu Bagus
Putra Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono (kiri) dan istri Annisa Pohan (kanan) saat menyambangii kediaman Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri untuk berhalalbihalal, di Jakarta, Rabu (5/6/2019). - ANTARA FOTO/Reno Esnir

Bisnis.com, JAKARTA - Partai Gerindra menyambut baik pertemuan tokoh Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri di momen Idulfitri.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan pihaknya menghormati pertemuan itu. "Ya itu silaturahim kan. Saya rasa dalam momentum lebaran boleh siapa saja silaturahim," kata Andre kepada Tempo, Kamis (6/6/2019).

"Seperti pengakuan AHY di depan rumah Bu Mega, kan pertemuan rutin. Saya rasa hal lumrah dan bagus ya, tidak perlu kami komentari," kata Andre lagi.

Selepas menghadiri open house di Istana Negara dan bertemu Presiden Joko Widodo, Agus dan Ibas mengunjungi rumah Megawati di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat. Momen kebersamaan mereka terlihat di antaranya melalui foto yang diunggah putri Megawati, Puan Maharani, melalui akun Instagramnya.

Perihal kemungkinan pertemuan itu menjadi pemulus langkah Demokrat bergabung ke koalisi Jokowi setelah Pemilihan Umum 2019, Andre berujar Gerindra tak ingin ikut campur. Menurut dia, persoalan pindah koalisi merupakan urusan masing-masing partai.

"Ya kalau Demokrat mau berkoalisi dengan Jokowi silakan saja, itu haknya Demokrat. Jadi intinya itu haknya Demokrat, kami tidak perlu mencampuri urusan rumah tangganya Demokrat," kata Andre.

Selepas pemilihan presiden 17 April 2019 lalu, Partai Demokrat memang santer disebut-sebut akan meninggalkan koalisi Indonesia Adil Makmur yang menyokong pasangan Prabowo - Sandiaga Uno. Kedekatan keluarga Yudhoyono dan Megawati belakangan ini dinilai sebagai sinyal makin besarnya kemungkinan terjalin koalisi baru antara Demokrat dan PDIP.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gerindra

Sumber : Tempo.co

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top