Bom Bunuh Diri di Pos Polisi Kartasura: 3 Bulan Tinggalkan Rumah, Kepribadian Pelaku Berubah

Ledakan diduga bom bunuh diri mengguncang Pos Pantau Pos Pengamanan (Pospam) Kartasura, Sukoharjo, Senin (3/6/2019), malam sekitar pukul 22.30 WIB.
Rudi Hartono
Rudi Hartono - Bisnis.com 04 Juni 2019  |  07:23 WIB
Bom Bunuh Diri di Pos Polisi Kartasura: 3 Bulan Tinggalkan Rumah, Kepribadian Pelaku Berubah
Terduga pelaku aksi bom bunuh diri diangkut ke atas mobil Polisi di depan Pos Pantau Polres Sukoharjo, di kawasan bundaran Kartasura, Sukoharjo, Senin (3/6/2019) malam. - Espos/M. Ferri Setiawan

Bisnis.com, JAKARTA - Ledakan diduga bom bunuh diri mengguncang Pos Pantau Pos Pengamanan (Pospam) Kartasura, Sukoharjo, Senin (3/6/2019), malam sekitar pukul 22.30 WIB.

Pelaku diduga bernama Rofik Asrudin seorang warga Dusun Kranggan RT 001/RW 002, Wirogunan, Kartasura.

Rumah Rofik berlokasi sekitar 500 meter dari Pospam Kartasura. Saat ditunjukkan foto seorang laki-laki terduga pelaku dalam kondisi luka yang beredar di media sosial, warga membenarkan bahwa lelaki itu bernama Rofik salah satu warganya.

Rofik berusia 20-21 tahun yang sehari-hari tertutup sekali.

"Keluarga punya hajatan saja dia tidak membantu," ujarnya.

Warga tidak menyangka Rofik jadi terduga pelaku bom bunuh diri

Tumirin, 50, salah satu warga mengatakan Rofik merupakan warga Kranggan RT 001/RW 002, Wirogunan, Kartasura.  Tumirin mengaku tak tahu pekerjaan Rofik lantaran sosoknya yang sangat tertutup. Warga lain mengatakan Rofik menganggur.

Sekitar dua tahun silam, Rofik pernah pergi dari rumah selama tiga bulan dan sepulangnya dia seperti punya kepribadian lain.

 "Sebelum pergi, dia masih sosialisasi," kata Tumirin.

Rofik Asharudin lahir di Sukoharjo, 1 Desember 1997 (22 tahun). Rofik adalah putra kedua dari pasangan Muhtadi dan Sukinem.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bom, bom bunuh diri

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top