Kronologi Ledakan Bom di Pos Polisi Kartasura Menurut Saksi

Saksi yang saat itu sedang memperbaiki pengeras suara di Pospam 1 Tugu Kartasura melihat orang yang tidak dikenal tersebut duduk di trotoar depan Pospantau Pospam Tugu Kartasura.
Bony Eko W./Jafar Sodiq | 04 Juni 2019 04:08 WIB
Diduga pelaku bom bunuh diri di Pos Polisi Kartasura, Sukoharjo, Selasa (3/6/2019). (Istimewa/Humas Polresta Solo - Iswan)

Bisnis.com, SUKOHARJO - Sebuah ledakan yang diduga bom bunuh diri terjadi di pos pantau di Pospam Bundaran Tugu Kartasura, Sukoharjo pada Senin (3/6/2019) sekitar pukul 22.30 WIB. 

Seorang saksi mata, Rakian Rangga Perdana, 25, mengatakan bahwa  sekitar pukul 22.20 WIB Senin dirinya melihat seorang yang tidak dikenal berjalan dari arah selatan, yaitu menuju Pospantau Pospam Tugu Kartasura memakai kaus warna hitam dan celana jin dengan menggunakan headset.

Saksi yang saat itu sedang memperbaiki pengeras suara di Pospam 1 Tugu Kartasura melihat orang yang tidak dikenal tersebut duduk di trotoar depan Pospantau Pospam Tugu Kartasura. Kemudian sekitar pukul 22.30 WIB terjadi ledakan di depan Pos Pantau Ppospam Tugu Kartasura yang mengakibatkan pelaku sendiri luka-luka.

Kemudian saksi dan anggota Polri yang berada di Pospam menyelamatkan diri dan mensterilkan TKP. Orang yang tidak dikenal tersebut tergeletak dengan kondisi luka-luka.

Laporan wartawan Solopos.com, Bony Eko Wicaksono, Senin malam, pelaku bom bunuh diri tergeletak di sekitar Pospam Lebaran Bundaran Kartasura. Tak ada polisi yang mengalami luka akibat serpihan bom.

Saat kejadian, sebagian polisi yang bertugas berada di dalam Pospam Bundaran Kartasura.

Kondisi tubuh pelaku menderita luka cukup parah di bagian perut yang sobek. Kendati mengalami luka parah, pelaku masih hidup saat dievakuasi polisi. Pelaku dibawa polisi menuju arah selatan atau Jogja.

Seorang saksi mata lain, Irawan, mengatakan mendengar suara ledakan keras yang berasal dari lokasi kejadian. "Saya di depan Toserba Mitra saat kejadian. Tahu-tahu ada ledakan keras yang terdengar dalam radius sekitar 500 meter," kata dia, saat berbincang dengan Solopos.com. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kakao, terorisme

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top