Azerbaijan Airlines Batalkan Kontrak Pembelian 737 MAX Senilai US$1 Miliar

Azerbaijan Airlines telah membatalkan kontrak pembelian pesawat Boeing 737 MAX senilai US$1 miliar menyusul kecelakaan fatal yang melibatkan jenis pesawat 737 MAX di Ethiopia dan Indonesia.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 03 Juni 2019  |  20:42 WIB
Azerbaijan Airlines Batalkan Kontrak Pembelian 737 MAX Senilai US$1 Miliar
Boeing 737 MAX yang merupakan pesawat buatan Boeing yang paling banyak diminati. - Boeing

Bisnis.com, JAKARTA - Azerbaijan Airlines (AZAL) telah membatalkan kontrak pembelian pesawat Boeing 737 MAX senilai US$1 miliar.

Seorang juru bicara perusahaan menyatakan hal tersebut menyusul kecelakaan fatal yang melibatkan jenis pesawat 737 MAX di Ethiopia dan Indonesia.

"AZAL membatalkan pembelian 10 unit pesawat dari Boeing demi alasan keamanan," ujar Pasha Kesaminsy, Senin (3/6/2019).

Boeing 737 MAX merupakan jenis pesawat yang banyak diminati, tetapi harus dikandangkan secara global sejak terjadinya kecelakaan pada 10 Maret 2019. Musibah ini menewaskan 157 jiwa dan hanya berselang 5 bulan setelah kecelakaan Lion Air di Indonesia menewaskan 189 penumpang di dalamnya.

Kedua kecelakaan tersebut melibatkan pesawat dengan jenis 737 MAX. Banyak negara melarang pesawat ini untuk mendarat maupun tinggal landas dari bandar udara mereka.

Sebelumnya, maskapai negeri jiran Malaysia Airlines juga dikabarkan sedang mengkaji ulang pembelian 25 unit 737 MAX setelah kebijakan grounding diterapkan secara global.

Pengiriman perdana pesawat 737 MAX Malaysia Airlines dijadwalkan mulai dikirim pada Juli 2020. Dengan pengkajian tersebut, pengiriman pertama kemungkinan meleset dari jadwal awal.

"Saya kira pengiriman pertama pesawat 737 MAX akan meleset [dari jadwal]," ujar CEO Malaysia Airlines Izham Ismail seperti dikutip dari Reuters, Senin (3/6/2019).

Izham menambahkan pihaknya saat ini sedang berdiskusi dengan pabrikan pesawat yang berbasis di Chicago, Amerika Serikat tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
boeing

Sumber : reuters

Editor : Tegar Arief

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top