Jalur Mudik: Waspada 4 Tikungan Tajam Mematikan di Jalur Sragen-Ngawi

Para pemudik diminta mewaspadai empat tikungan jalan yang rawan kecelakaan lalu lintas di jalan Solo-Ngawi tepatnya di kawasan Ngrampal sampai Sambungmacan, Sragen.
Moh Khodiq Duhri
Moh Khodiq Duhri - Bisnis.com 25 Mei 2019  |  16:39 WIB
Jalur Mudik: Waspada 4 Tikungan Tajam Mematikan di Jalur Sragen-Ngawi
Poster atau papan berisi pengumuman akan bahaya kecelakaan terpasang di jalan Sragen-Ngawi, tepatnya di kawasan Mahbang, Sambungmacan, Sragen, Jumat (24/5 - 2019). (Solopos/Moh. Khodiq Duhri)

Bisnis.com, SRAGEN — Para pemudik diminta mewaspadai empat tikungan jalan yang rawan kecelakaan lalu lintas di jalan Solo-Ngawi tepatnya di kawasan Ngrampal sampai Sambungmacan, Sragen.

Berdasar pantauan Solopos.com, terdapat tiga tikungan jalan yang cukup tajam di jalan Sragen-Ngawi tepatnya di Kecamatan Sambungmacan yang rawan terjadi kecelakaan lalu lintas. Tiga tikungan jalan itu masing-masing berada Dukuh Pondok, Desa Banaran, tikungan Tunjungan atau dekat PT Delta Merlin Sandang Textile (DMST) 1 dan tikungan Jembatan Natan di kawasan Mahbang.

“Di jalur tikungan Pondok, Banaran, itu rawan karena kendaraan dari arah timur biasanya langsung belok ke kanan yakni ke arah Jenar. Kadang pengguna jalan tidak memperhatikan kendaraan dari lawan arah. Karena itu tikungan jalan, kendaraan mungkin tidak terlihat. Di sini sudah banyak korban jiwa,” jelas Sukiman, 45, warga Banaran saat berbincang dengan Solopos.com di lokasi.

Berdasar pantauan di lapangan, tiga tikungan tajam tersebut sudah dilengkapi dengan rambu-rambu lalu lintas. Kendati demikian, khusus tikungan Jembatan Natan di kawasan Mahbang masih membutuhkan lampu penerangan jalan.

“Saya biasa lewat Jembatan Natan pada malam hari. Di sana itu tikungan jalan sangat tajam, tetapi lampu penerangan kurang. Kadang saya nyaris menabrak median jalan karena kondisinya gelap. Ini tentu membahayakan pemudik yang belum terbiasa melintasi kawasan itu pada malam hari,” terang Camat Sambungmacan, David Supriyadi.

Masih minimnya lampu penerangan di Jembatan Natan menjadi persoalan yang harus diselesaikan segera. Pasalnya, berdasar data yang dihimpun dari Satlantas Polres Sragen, kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada momentum mudik Lebaran tahun lalu didominasi pada pukul 18.00-24.00 WIB. Pada Mei-Juni 2018, terdapat 40 kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada pukul 18.00-24.00 WIB.

Sementara satu tikungan tajam lain yang rawan terjadi lakalantas hingga memakan korban jiwa berada di kawasan Paldaplang, Kecamatan Ngrampal.

“Kecelakaan yang terjadi pada umumnya karena kendaraan yang melaju dari timur terlambat menyadari ada lampu bangjo di simpang tiga Paldaplang karena jalan yang dilalui menikung. Kalau kendaraan dikemudikan dengan kecepatan tinggi, kerap blong hingga terjadi kecelakaan,” ujar Wahono, warga Bener, Ngrampal.

Sementara itu, titik lain yang rawan terjadi kecelakaan berada di Bener Kecamatan Ngrampal, kawasan Nguwer Kecamatan Sidoharjo serta di Jembatan Kembar, Sidodadi, Masaran. Meski berada di lintasan lurus, tiga titik tersebut rawan terjadi lakalantas. Biasanya kecelakaan lalu lintas dipicu faktor kelalaian pengguna jalan seperti melanggar batas kecepatan maupun melanggar marka saat hendak mendahului kendaraan lain.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
nikkei, Mudik Lebaran, Mudik Lebaran

Sumber : Solopos.com

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top