Bilateral RI-Suriname Bawa Kerja Sama Infrastruktur Hingga Bank Syariah

Indonesia dan Suriname sepakat untuk memperkuat kerja sama di bidang ekonomi, khususnya yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur dan perbankan syariah.
Fitri Sartina Dewi | 21 Mei 2019 17:14 WIB
Menlu Retno Marsudi - Dok. Kemenlu

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia dan Suriname sepakat memperkuat kerja sama di bidang ekonomi, khususnya yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur dan perbankan syariah.

Dalam kunjungannya ke Suriname, Menteri Luar Negeri RI (Menlu) Retno Marsudi mengadakan pertemuan bilateral dengan Menlu Suriname Yldiz Deborah Pollack-Beighl di Paramaribo pada Senin (20/5/2019).

Kunjungan Menlu RI ke Suriname merupakan kunjungan kerja penuh (full-fledge) pertama Menlu RI ke Suriname dalam 26 tahun terakhir. Dalam kunjungan tersebut Menlu RI juga berkesempatan melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Suriname, Desire Delano Bouterse.

Retno mengungkapkan Indonesia memiliki hubungan sejarah dan budaya yang khusus dengan Suriname. Suku bangsa dan Bahasa Jawa merupakan salah satu suku bangsa dan bahasa yang hidup di Suriname.

“Dengan bekal hubungan sejarah dan budaya yang khusus ini, menjadi sangat alami bagi Indonesia dan Suriname untuk memperkokoh hubungan bilateral di berbagai bidang, khususnya ekonomi dan pembangunan," ujarnya seperti dikutip dalam keterangan resmi yang dirilis Kemenlu, Selasa (21/5/2019).

Beberapa area kerja sama ekonomi yang didorong untuk diperkuat antara lain pembangunan infrastruktur, pertambangan, energi, pengembangan perbankan Syariah, dan peternakan, khususnya inseminasi buatan.

“Indonesia sampaikan ketertarikannya untuk berpartisipasi dalam proyek pembangunan infrastruktur di Suriname, termasuk proyek-proyek yang mendapat pembiayaan dari Islamic Development Bank," jelasnya.

Dalam upaya memanfaatkan berbagai peluang yang ada, dia menuturkan delegasi bisnis Indonesia juga telah lakukan kunjungan ke Suriname pada Maret 2019.

Beberapa area kerja sama yang mendapat perhatian delegasi bisnis Indonesia antara lain di bidang pertambangan emas, pembangunan perkotaan, pembangunan solar panel untuk perumahan.

Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk membantu Suriname dalam mengembangkan perbankan Syariah. Bank Indonesia telah mengirimkan tim ke Suriname guna memberikan pelatihan regulasi dan pengawasan perbankan syariah.

“Kerja sama di bidang perbankan syariah merupakan salah satu potensi kerja sama, dalam konteks ini, Bank Mandiri Syariah telah mendukung upaya peningkatan kapasitas di bidang risk management dan accounting syariah," ucapnya.

Di bidang peternakan, Indonesia juga telah menyampaikan komitmen untuk melakukan kerja sama inseminasi buatan ternak dalam rangka kerja sama South-South Triagular Cooperation melalui Reverse Linkage dari Islamic Development Bank. Rencananya, Draft Technical Agreement akan ditandatangani pada paruh pertama 2019.

Selain di bidang ekonomi, salah satu area yang juga menjadi perhatian kerja sama Indonesia-Suriname adalah bidang pengembangan Pusat Pelatihan Diplomatik Suriname. MoU kerja sama pelatihan dan pendidikan diplomatik telah ditandatangani Desember 2018.

Pada Maret 2019, Indonesia telah mengirimkan tim guna memberikan pengalaman Indonesia dalam pengembangan pendidikan dan pelatihan diplomatik.

Selama kunjungan, telah ditandatangani perjanjian bebas visa kunjungan singkat bagi pemegang paspor biasa. Perjanjian ini merupakan satu-satunya yang mencakup para pemegang paspor diplomatik, dinas, dan paspor biasa dalam satu perjanjian.

Diharapkan perjanjian bebas visa kunjungan tersebut dan eratnya hubungan sejarah dan budaya yang khusus ini menjadi dasar untuk semakin memperkuat people-to-people contact kedua negara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kemenlu, retno l.p. marsudi

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top