KLHK Kampanye Puasa Bersih Sampah Plastik di Rest Area Cibubur

Dalam rangkaian kampanye “Kendalikan Sampah Plastik” yang telah dilaksanakan sejak 2018, kali ini kampanye dilaksanakan bertepatan dengan bulan suci Ramadan dengan tema “Bersih Sampah Itu Ibadah”.
Herdiyan | 18 Mei 2019 03:27 WIB
Kampanye Kendalikan Sampah Plastik melibatkan pelajar SD, SMP, dan SMA peraih penghargaan Adiwiyata Nasional sebagai generasi muda lingkungan yang akan menularkan kepedulian pengunjung untuk mengendalikan sampah plastik. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Dalam rangkaian kampanye “Kendalikan Sampah Plastik” yang telah dilaksanakan sejak 2018, kali ini kampanye dilaksanakan bertepatan dengan bulan suci Ramadan dengan tema “Bersih Sampah Itu Ibadah”.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyelenggarakan kegiatan kampanye “Kendalikan Sampah Plastik” di Tol Jagorawi km. 10 Cibubur dengan tagline “Takjil Asik-Rest Area Cantik-Tanpa Plastik”.

Kegiatan ini bertujuan mengajak para pengunjung, pengelola, dan tenant rest area untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam kegiatan sehari-hari.

Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar mengatakan pengendalian plastik perlu dilakukan karena sampahnya  dinilai cukup berbahaya bagi manusia dalam jangka panjang.

Pengendalian plastik antara lain dilakukan dengan pengelolaan plastik melalui pengurangan sumber dan penanganan.

“Mengurangi dari sumber sangat penting antara lain dari acara-acara seperti Lebaran dan mudik. Oleh karena itu, langkah seperti yang dilakukan ini sangat penting,” ujar Siti Nurbaya, Jumat (17/5/2019).

Rest area menjadi target kampanye “Kendalikan Sampah Plastik” kali ini karena merupakan salah satu tempat yang disinggahi selama musim mudik Lebaran 2019.

Banyak orang melakukan berbagai aktivitas dan berpotensi menimbulkan sampah yang membuat rest area menjadi tempat yang tidak nyaman.

Kampanye dilaksanakan dengan melibatkan pelajar SD, SMP, dan SMA peraih penghargaan Adiwiyata Nasional sebagai generasi muda lingkungan yang akan menularkan kepedulian pengunjung untuk mengendalikan sampah plastik.

Sebelum melaksanakan kampanye, sekitar 60 murid dan 15 guru dari tujuh sekolah Adiwiyata Nasional  mendapatkan peningkatan kapasitas dari KLHK dan Greeneration Foundation dalam bentuk ceramah, diskusi, dan permainan.

Dalam kegiatan talkshow, ditampilkan generasi muda yang inspiratif yaitu Tasia Rosalina, mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan Surya University yang menjadi core team pada kampanye World Clean-up Day (WCD), suatu aksi global bersih sampah yang dilaksanakan di 155 negara.

Indonesia termasuk ke dalam negara yang memiliki partisipan WCD terbanyak, yaitu 3,3 juta orang.

Pada saat kampanye, para pelajar berinteraksi dengan pengunjung, memberi masukan dan saran kepada masyarakat, melakukan gerakan menukar kantong plastik sekali pakai dari para pengunjung dengan tas guna ulang serta memberikan beberapa cenderamata yang dapat menunjang gaya hidup ramah lingkungan dan mengurangi sampah plastik.

Cenderamata yang diberikan seperti tumbler, tas guna ulang, dan sedotan stainless. Selain kampanye, KLHK juga menyiapkan takjil (makanan berbuka puasa) dengan konsep bebas kemasan plastik.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
lingkungan hidup, plastik, Sampah Plastik

Editor : Herdiyan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup