Penyebab Pulau Sumba Sering Diguncang Gempa Menurut BMKG

BMKG mencatat, selama April 2019, terjadi 292 kali gempa bumi mengguncang wilayah Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 15 Mei 2019  |  15:46 WIB
Penyebab Pulau Sumba Sering Diguncang Gempa Menurut BMKG
Ilustrasi - Relawan mencari korban yang tertimbun reruntuhan bangunan Masjid Nurul Iman yang rusak akibat gempa bumi di Pemenang, Lombok Utara, NTB, Selasa (7/8/2018). - ANTARA/Zabur Karuru

Bisnis.com, KUPANG - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Waingapu, Sumba Timur, Arief Tyastama mengatakan, Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), sering diguncang gempa bumi karena berada pada batas dua lempeng tektonik.

"Sumba selalu diguncang gempa karena berada pada batas pertemuan dua lempeng tektonik, yaitu lempeng Indoaustralia dan lempang eurasia," kata Arief Tyastama di Kupang, Rabu (15/5/2019).

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan faktor yang menjadi penyebab Pulau Sumba hampir setiap hari selalu diguncang gempa bumi. BMKG mencatat, selama April 2019, terjadi 292 kali gempa bumi mengguncang wilayah Pulau Sumba, NTT.

Gempa bumi yang terjadi pada April 2019 itu, berdasarkan kekuatan gempa lebih didominasi gempa bumi dengan kekuatan atau magnitudo di bawah 4.0 skala richter (SR), yakni sebanyak 267 kejadian atau 91,44% dari seluruh kejadian gempa bumi pada April 2019.

Berdasarkan kedalaman pusat gempa bumi, katanya, didominasi oleh gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 km (D<60), sebanyak 240 kejadian gempa bumi atau 82,19% dari seluruh kejadian gempa bumi selama April.

Dari 292 kejadian gempa bumi pada April 2019 terjadi dua kali kejadian gempa bumi yang dirasakan yaitu pada 9 dan 15 April 2019 yang terasa di wilayah Pulau Sumba.

Mengenai sejarah bencana gempa, Arief mengatakan, pada 19 Agustus 1977, wilayah selatan Pulau Sumba pernah dihantam gelombang tsunami.

Gelombang tsunami yang dipicu gempa berkekuatan 7,0 Skala Richter (SR) itu, meluluhlantahkan beberapa perkampungan di wilayah itu.

Gelombang tsunami di Selatan Sumba itu juga dirasakan di Pulau Sumbawa dengan  gelombang tsunami sepanjang pantai Pulau Sumbawa setinggi 10 meter, sedangkan tinggi gelombang tsunami di pantai Utara Australia enam meter.

Dalam peristiwa tsunami itu, sedikitnya 100 orang meninggal dunia, 75 orang luka-luka dan 89 korban dilaporkan hilang. Korban tersebut termasuk warga Sumbawa. Kebanyakan korban dan kerusakan akibat bencana itu disebabkan oleh tsunami.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gempa, BMKG, Pulau Sumbawa

Sumber : Antara

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top