Awalnya, Pembisik Prabowo Klaim Menang Pilpres 62 Persen, Kini 54 Persen

Belum selesai proses penghitungan suara di seluruh Indonesia, calon presiden Prabowo Subianto langsung mengklaim kemenangan. Tak lama, dia melakukan ritual sujud syukur bersama tim sukses tanpa calon wakil presiden Sandiaga Uno.
Jaffry Prabu Prakoso | 15 Mei 2019 13:22 WIB
Hasil hitung C1 yang diklaimAnggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN), Laode Masihu Kamaluddin menunjukkan Prabowo-Sandi unggul dari Jokowi-Amin/JIBI - Bisnis/Jaffry Prabu Prakoso

Bisnis.com, JAKARTA – Belum selesai proses penghitungan suara di seluruh Indonesia, calon presiden Prabowo Subianto langsung mengklaim kemenangan. Tak lama, dia melakukan ritual sujud syukur bersama tim sukses tanpa calon wakil presiden Sandiaga Uno.

Orang di balik deklarasi kemenangan ini adalah Anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN), Laode Masihu Kamaluddin. 

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial pekan lalu, Laode mengatakan bahwa Prabowo-Sandi berhasil unggul dengan kemenangan 62 persen. Ini berdasarkan laporan langsung dari saksi dan relawan yang mengirimkan perolehan suara di tiap tempat pemungutan suara (TPS).

Metode yang dipakai Laode tidak jauh berbeda dengan hitung cepat lembaga survei pada umumnya. Setelah proses penghitungan selesai, relawan langsung mengirim hasil melalui pesan instan (SMS).

“Jadi setiap orang yang telah menusuk, kemudian begitu sudah keluar C1-nya langsung saja dia kirim. Sistem kita itu dengan cepat sekali. Sekian jam. Berapa jumlah 62 persen, itu SMS basisnya,” katanya.

Beda dulu, beda kini. Pada acara Mengungkap Fakta-Fakta Kecurangan Pilpres 2019 di Jakarta, Selasa (15/5/2019), Laode menjelaskan kemenangan pasangan nomor 02 jadi 54 persen. Data tersebut lebih rinci disampaikan. 

Prabowo-Sandi kini mendapat suara 48.657.483 atau 54,24 persen. Sementara itu pasangan Jokowi-Amin memperoleh 39.599.832 atau 44,14 persen. 

Hasil ini berdasarkan formulir C1 yang dikumpulkan relawan. Data dari sistem informasi Direktorat Satgas BPN itu baru masuk sekitar 54,91 persen atau sekitar 444.976 dari 810.329 TPS. 

“Angka ini sudah melebihi dari keperluan ahli-ahli statistik, angka sudah valid sudah bisa dipertanggungjawabkan secara akademik,” jelasnya

Meski belum terkumpul semua, Laode memastikan Prabowo-Sandiaga memenangi pilpres 2019. Ini karena perubahan persentase tidak akan berubah hingga akhir dan hanya kecurangan yang dapat mengubahnya. Dia berani menyebut Prabowo-Sandi telah memenangi pilpres 2019.

Laode mengaku tidak takut apabila apa pihak yang ingin mengadu data terkait hasil tersebut, karena data adalah C1 yang dihimpun dari para relawan dan juga dibantu para ahli IT dan sudah terverifikasi 

“Pertanyaannya, mana datamu? Ini dataku. Kita memasuki era baru, yaitu big data dan inilah kita sampai keyakinan bahwa Prabowo-Sandi Presiden RI 2019-2024,” ucapnya. 

 

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
prabowo subianto, Pemilu 2019, Pilpres 2019

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup