Iran: AS Bukan Lagi Ancaman, tapi Target Serangan

Seorang komandan senior Pasukan Pengawal Revolusi Iran mengatakan bahwa kehadiran militer AS di Teluk yang dulu merupakan ancaman serius, sekarang berubah menjadi target, menurut kantor berita ISNA.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 13 Mei 2019  |  06:47 WIB
Iran: AS Bukan Lagi Ancaman, tapi Target Serangan
Bendera Iran berkibar di lapangan minyak Soroush di Teluk Persia, Iran, Senin (25/7/2005), - Reuters/Raheb Homavandi

Bisnis.com, JAKARTA - Seorang komandan senior Pasukan Pengawal Revolusi Iran mengatakan bahwa kehadiran militer AS di Teluk yang dulu merupakan ancaman serius, sekarang berubah menjadi target, menurut kantor berita ISNA.

Militer AS telah mengirim pasukan, termasuk kapal induk dan pesawat  pembom B-52 ke Timur Tengah dalam suatu pengerahan yang menurut para pejabat AS dibuat untuk melawan "indikasi yang jelas" atas ancaman Iran terhadap pasukan Amerika Serikat di wilayah tersebut.

USS Abraham Lincoln dikerahkan ke wilayah itu untuk menggantikan kapal induk lain yang diputar keluar dari Teluk bulan lalu.

"Sebuah kapal induk yang memiliki setidaknya 40 hingga 50 pesawat di dalamnya dan 6.000 pasukan yang berkumpul di dalamnya merupakan ancaman serius bagi kami di masa lalu, tetapi sekarang ini adalah target dan ancaman telah beralih ke peluang," kata Amirali Hajizadeh, Kepala Divisi Kedirgantaraan Pasukan Pengawal Revolusi Iran sebagimana dikutip Reuters, Senin (13/5/2019).

"Jika mereka bergerak, kami akan memukul kepala mereka," ujarnya.

Presiden AS Donald Trump juga telah meningkatkan tekanan ekonomi pada Iran dengan memblokade semua ekspor minyaknya untuk membuat Teheran mengekang program nuklir dan rudal serta mengakhiri dukungan untuk perang proksi di Suriah, Irak, Lebanon dan Yaman.

Berbicara kepada CNBC dalam sebuah wawancara yang disiarkan pada hari ini, Menlu AS, Mike Pompeo mengatakan bahwa pengerahan pasukan AS dilakukan sebagai tanggapan terhadap intelijen tentang potensi serangan Iran selain bertujuan untuk mengantisipasi serangan Iran jika diperlukan.

"Kami telah mencermati laporan ini," kata Pompeo.

Dia menilai ancaman itu  nyata dan cukup mengkhawatirkan. 

Menurutnya kalau Iran memutuskan untuk menyerang kepentingan Amerika Serikat, apakah itu di Irak atau Afghanistan atau Yaman atau tempat mana pun di Timur Tengah, maka Iran siap untuk menanggapi dengan cara yang tepat.

Meski demikian dia mengatakan bahwa pihaknya tidak bertujuan untuk perang. 

Komandan Angkatan Laut Iran Laksamana Muda Hossein Khanzadi mengatakan kemarin bahwa pasukan Amerika harus keluar, menurut ISNA. 

"Kehadiran Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia telah mencapai batas waktu dan mereka harus meninggalkan wilayah itu," kata Khanzadi.

 

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
iran, amerika serikat, Donald Trump

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top