5 Berita Terpopuler, FPI Bakal Memobilisasi Umat Terkait Kriminalisasi dan Ini Komentar JK terkait Petugas KPPS yang Meninggal

Kabar FPI yang mengancam akan memobilisasi ribuan orang ke jalan dalam 'Aksi Bela Ulama dan Aktivis' jika Polri tidak berhenti melakukan kriminalisasi menjadi berita terpopuler di kanal Nasional Bisnis.com pada hari Senin (13/5/2019).
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai - Bisnis.com 13 Mei 2019  |  19:00 WIB
5 Berita Terpopuler, FPI Bakal Memobilisasi Umat Terkait Kriminalisasi dan Ini Komentar JK terkait Petugas KPPS yang Meninggal
Ketua Umum (Ketum) FPI, KH Ahmad Sobri Lubis/JIBI - Bisnis/Sholahuddin Al Ayyubi

1. FPI: Jika Kriminalisasi Berlanjut, Kami Akan 'Aksi Bela Ulama' Lagi

Front Pembela Islam (FPI) mengancam akan memobilisasi ribuan orang ke jalan dalam 'Aksi Bela Ulama dan Aktivis' jika Polri tidak berhenti melakukan kriminalisasi.

Ketua Umum (Ketum) FPI, KH Ahmad Sobri Lubis menilai kriminalisasi terhadap ulama dan aktivis yang dilakukan Polri dalam beberapa hari terakhir akan melahirkan perlawanan masyarakat dalam bentuk Aksi Bela Ulama dan Aktivis.

Baca selengkapnya di sini.

2. Ryamizard Ryacudu Anggap People Power Bukan Ancaman Negara

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyatakan gerakan people power yang dihembuskan beberapa tokoh dari kubu Prabowo-Sandi bukanlah sebuah ancaman dalam negeri bangsa Indonesia.

Menurut Ryamizard, hal itu adalah sebuah bentuk protes semata yang lazim dalam proses demokrasi.

Baca selengkapnya di sini.

3. Demokrat: Kecurangan Pemilu Dilawan dengan Hukum, bukan People Power

Wakil Direktur Hukum dan Advokasi BPN, Ferdinand Hutahaean, menegaskan bahwa pengerahan kekuatan massa atau people power yang benar adalah justru dengan berjuang sesuai aturan hukum.

Politisi Partai Demokrat tersebut mengatakan bahwa pihaknya tetap ingin mencari kebenaran sesuai jalur konstitusi kalau terjadi kecurangan dalam Pemilu 2019. Karena itu tidak tepat kalau upaya konstitusional dikaitkan dengan menggulingkan kekuasaan.

Baca selengkapnya di sini.

4. Penggunaan Teknologi di Pemilu, Wapres JK: Sederhanakan Dulu Sistem Pemilu

Wacana penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) mendatang secara elektronik, terbentur rendahnya kepercayaan terhadap perangkat teknologi.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menuturkan Indonesia belum siap jika harus beralih dari manual ke Pemilu elektronik. Bahkan saat ini negara-negara yang melakukan penyelenggara Pemilu dengan sistem elektronik memiliki pekerjaan rumah untuk menegaskan keabsahan hasil pemilu.

Baca selengkapnya di sini.

5. Banyak Petugas KPPS Meninggal, Wapres JK: Pemilu Legislatif Tekanannya Tinggi

Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai banyaknya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara ( KPPS) yang meninggal lebih disebabkan tingginya tekanan dalam pemilu legislatif.

"Jadi yang terberat sebenarnya bukan Pilpresnya. Yang terberat justru [Pemilihan] legislatifnya itu karena sistemnya terbuka," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres di Jakarta, Senin (13/5/2019).

Baca selengkapnya di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kpu, jusuf kalla, partai demokrat, fpi, Pemilu 2019, Ryamizard Ryacudu

Editor : Surya Rianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top