Menteri Susi Kembali Tenggelamkan 13 Kapal Maling Ikan

Satgas 115 kembali melakukan penenggelaman 13 kapal pencuri ikan asal Vietnam dan Malaysia menyusul keputusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.
Hery Trianto | 11 Mei 2019 16:04 WIB
Loading the player ...

Bisnis.com, Natuna — Satgas 115 kembali melakukan penenggelaman 13 kapal pencuri ikan asal Vietnam dan Malaysia menyusul keputusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

Penenggelaman kapal dipimpin langsung oleh Komandan Satgas 115 Susi Pudjiastuti setelah kapal-kapal itu diserahkan oleh Kejaksaan Agung. Hadir menyaksikan duta besar negara sahabat seperti dari Swedia, Armenia, dan Polandia.

Kelimabelas kapal ditenggelamkan secara serentak hari ini, Sabtu (11/5/2019) di Selat Lampa, Natuna (7 unit) Belawan (3 unit) dan Pontianak (3). Sebagian besar kapal hasil rampasan nelayan Vietnam yakni 12 unit, dan sisanya dari Malaysia.

“Kesannya penenggelaman kapal serem, jahat, tapi bisa menjadi jalan keluar. Menyelematkan muka bangsa yang tidak sengaja pernah menyuburkan illega fishing,” tutur Susi, saat memimpin penenggelaman di Natuna.

Detik-detik penenggelaman kapal tersebut dapat disimak dari video akun Youtube Kementerian Kelautan dan Perikanan di atas

Menurut Menteri Susi, tanpa gembar-gembor 10.000 kapal pencuri ikan hilang dari perairan Indonesia dalam 4 tahun terakhir.

“Ini adalah cara elegan. Kita tidak mencaci, tidak menghukum bangsa sendiri. Ini juga awam terjadi, Australia sampan nelayan kita masuk perariran mereka langsung dibakar.

Penenggelaman 13 kapal ini hanya berselang sepekan dari proses penenggelaman 13 kapal Vietnam yang dilakukan Menteri Susi pada tanggal 4 Mei pekan lalu.

Peristiwa yang sempat memanas adalah ketika dengan beraninya kapal nelayan Vietnam dengan nekat menabrak KRI Tjiptadi di perairan Indonesia. 

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kkp, penenggelaman kapal, kapal ilegal

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup