Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penyebab Banyaknya Petugas Pemilu Meninggal Dunia

Data terbaru Komisi Pemilihan Umum, sebanyak 296 petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara gugur dalam bertugas. 70 persen dari mereka berusia di atas 40 tahun.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 29 April 2019  |  15:08 WIB
Warga mengangkat jenazah Sudirdjo, seorang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu serentak 2019 yang meninggal dunia usai mendapatkan perawatan di rumah sakit untuk dimakamkan di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (23/4/2019). KPU Kota Bekasi mencatat sebanyak tiga orang petugas KPPS meninggal dunia usai bertugas dalam proses pemungutan suara Pemilu serentak 2019./ANTARA FOTO - Risky Andrianto
Warga mengangkat jenazah Sudirdjo, seorang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu serentak 2019 yang meninggal dunia usai mendapatkan perawatan di rumah sakit untuk dimakamkan di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (23/4/2019). KPU Kota Bekasi mencatat sebanyak tiga orang petugas KPPS meninggal dunia usai bertugas dalam proses pemungutan suara Pemilu serentak 2019./ANTARA FOTO - Risky Andrianto

Bisnis.com, JAKARTA — Data terbaru Komisi Pemilihan Umum, sebanyak 296 petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara gugur dalam bertugas. 70 persen dari mereka berusia di atas 40 tahun.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ari Fahrial Syam mengatakan bahwa usia tersebut memasuki kondisi kritis. Ini karena orang sehat mudah terserang penyakit.

“Jadi 40 tahun itu usia yang memasuki usia yang perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan,” katanya di Gedung KPU, Jakarta, Senin (29/4/2019).

Saat pemungutan suara berlangsung, Ari menemukan beberapa kasus petugas yang tiba-tiba langsung mengeluh pusing. Saat diperiksa tim kesehatan, ternyata tekanan darahnya sudah mencapai 240.

“Tentu dengan kondisi tersebut dia akhirnya pasien tersebut mengalami stroke dan meninggal dunia. Jadi berbagai macam penyakit kronis,” ucapnya.

Ini bisa terjadi karena kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan masih rendah. Untuk itu, Ari mengimbau agar semua warga Indonesia menjaga dan peduli dengan tubuhnya.

“Ini jd PR [pekerjaa rumah] buat kita penting kesadaran medical check up.  Karena sebenarnya orang meninggal itu bukan meninggal dadakan tapi tidak teridentifikasi sebelumnya apakah punya riwayat penyakit,” ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kpu Pemilu 2019
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top