Baru 25 Tahun, Nyayu Aisyah Jadi Doktor Termuda FTUI

Nyayu dinyatakan lulus pada program Doktor di Departemen Teknik Mesin FTUI setelah menempuh sidang disertasinya yang berjudul “Analisis Dan Optimalisasi Sistem Pompa Panas Dan Pendingin Yang Ramah Lingkungan.”
M. Taufikul Basari
M. Taufikul Basari - Bisnis.com 26 April 2019  |  10:43 WIB
Baru 25 Tahun, Nyayu Aisyah Jadi Doktor Termuda FTUI
Nyayu Aisyah, tengah, peraih gelar doktor termuda Fakultas Teknik Universitas Indonesia. - Universitas Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA – Nyayu Aisyah menjadi peraih gelar doktor termuda Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), yakni di usia 25 tahun. Ia juga menjadi salah satu mahasiswa terbaik FTUI.

Nyayu dinyatakan lulus pada program Doktor di Departemen Teknik Mesin FTUI setelah menempuh sidang disertasinya yang berjudul “Analisis Dan Optimalisasi Sistem Pompa Panas Dan Pendingin Yang Ramah Lingkungan.”

Rifelly Dewi Astuti, Kepala Humas dan KIP UI, mengatakan bahwa Nyayu menjadi lulusan program doktor termuda FT UI dan tercatat sebagai doktor ke-62 Teknik Mesin UI sekaligus doktor ke-322 FT UI. Ia berhasil pula meraih predikat cumlaude dengan IPK 3.90 dari skala 4.00.

“Tidak hanya berhasil meraih gelar doktor dengan predikat terbaik, perempuan asal Palembang, Sumatera Selatan ini juga telah menulis dan mempublikasikan tujuh artikel pada beberapa jurnal internasional yang terindex scopus dan mengikuti 5 konferensi internasional di beberapa Negara,” katanya dalam rilis, Jumat (26/4/2019).

Salah satu artikelnya berjudul “Solar Absorption Chiller System Performance Prediction based on Principal Component Analysis” telah dipublikasikan jurnal Case Studies on Thermal Engineering yang terindeks Q1 Scopus.

Selama menempuh pendidikan di UI, Nyayu mengaku membutuhkan sedikit waktu untuk menyesuaikan ritme belajar di UI. “Di sini atmosfer pendidikan dan riset sangat terasa sekali,” tutur Nyayu.

Nyayu diterima di Departemen Teknik Mesin FTUI dibawah bimbingan promotor besar Prof. Idrus Alhamid dan ko-promotor Dr. Nasruddin.

Selama 4 tahun menempuh studi di UI, Nyayu harus menjalani matrikulasi pada tahun pertama, dan berusaha sebaik mungkin agar IPK tetap di atas 3.5, sebagai syarat agar bisa diizinkan lanjut menempuh pendidikan Doktor.

Berbekal semangat dan kerja keras, pada semester ke-3, Nyayu berhasil menyelesaikan studi magister dengan nilai yang sangat memuaskan hingga berhasil melanjutkan studi doktoral.

Topik disertasi yang diangkat oleh Nyayu berkenaan dengan isu energi berbahan dasar fosil yang merupakan energi terbarukan ramah lingkungan. Nyayu, mencoba untuk membuat satu model baru dengan multiobjektif algoritma genetika untuk mendapatkan kondisi optimal dari sistem yang dimodelkan.

Nyanyu merupakan salah satu dari 4 orang peraih beasiswa PMDSU batch II dari RISTEK DIKTI di FTUI. Beasiswa PMDSU (Program Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul) ini sendiri merupakan beasiswa yang ditawarkan bagi lulusan sarjana terbaik di Indonesia untuk melanjutkan kuliah magister hingga doktoral.

Beasiswa ini diberikan oleh pemerintah dalam rangka untuk meningkatkan kualitas para sarjana sehingga menjadi sarjana yang memiliki daya saing yang cukup kuat. Program beasiswa ini disusun untuk meningkatkan kualitas pendidikan magister yang ada di Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
universitas indonesia, doktor

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top