Gara-gara Sampah, Presiden Duterte Caci Maki Kanada

Presiden Filipina Rodrigo Duterte mencaci maki Kanada terkait perselisihan lama tentang limbah yang diekspor ke Filipina dan mengancam akan mengangkutnya kembali ke Kanada.
Gara-gara Sampah, Presiden Duterte Caci Maki Kanada
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 24 April 2019  |  10:59 WIB
Gara-gara Sampah, Presiden Duterte Caci Maki Kanada
Presiden Filipina Rodrigo Duterte - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mencaci maki Kanada terkait perselisihan lama tentang limbah yang diekspor ke Filipina dan mengancam akan mengangkutnya kembali ke Kanada.

Mengutip BBC dan Reuters, Rabu (24/4/2019), Filipina telah mengajukan beberapa protes diplomatik kepada Kanada atas berton-ton sampah yang dikirim ke Filipina antara 2013-2014.

Kanada menyatakan pengiriman sampah itu adalah sebuah transaksi komersial dan tidak didukung oleh pemerintah. Kanada juga telah menyatakan sangat berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini dan akan bekerja sama dengan Filipina untuk mengatasinya.

Durterte mengkritik Kanada karena permasalahan ini berjalan lama dan menyebut negaranya kini berubah menjadi tempat pembuangan sampah.

Pekan ini, dia pun mengancam akan mengangkut sampah-sampah tersebut kembali ke Kanada.

"Untuk sampah Kanada, saya ingin kapal disiapkan. Mereka lebih baik menarik sampah itu atau saya akan berlayar ke Kanada dan membuang sampah mereka di sana," ancam Duterte.

"Ayo lawan Kanada. Aku akan mendeklarasikan perang melawan mereka," lanjutnya.

Pernyataan yang disampaikan pada Senin (22/4/2019) itu, berkaitan dengan peti kemas yang dikirim ke Ibu Kota Filipina, Manila, oleh sebuah perusahaan swasta yang berbasis di Kanada dan para penerima barang yang berbasis di Filipina.

Kontainer yang tiba di Manila International Container Port, diberi label palsu sebagai berisi plastik yang dimaksudkan untuk didaur ulang. Namun ternyata kontainer tersebut diisi dengan berton-ton limbah rumah tangga.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kanada, filipina, Rodrigo Duterte

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top