Tiga Anak Miliarder Denmark Tewas dalam Serangan Bom Paskah

Miliarder asal Denmark, Anders Holch Povlsen dan istrinya, Anne kehilangan tiga dari empat anak mereka akibat serangan bom hari Paskah di Sri Lanka
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 23 April 2019  |  10:21 WIB
Tiga Anak Miliarder Denmark Tewas dalam Serangan Bom Paskah
Polisi Sri Lanka mengidentifikasi mayat korban serangan bom di Gereja St Anthony, Kota Kolombo, hari Minggu 21 April 219. Foto: Dokumentasi Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Miliarder asal Denmark, Anders Holch Povlsen dan istrinya, Anne kehilangan tiga dari empat anak mereka akibat serangan bom hari Paskah di Sri Lanka.

Kabar ini dikonfirmasi oleh Jesper Stubkier, juru bicara perusahaan ritel milik Povlsen. Ia tak menyebutkan lebih lanjut detil dari kabar tersebut demi menghormati privasi keluarga.

Sejumlah media Denmark menyebut Povlsen beserta istri dan empat anaknya tengah berlibur di Sri Lanka saat serangkaian ledakan yang menelan 290 korban jiwa itu terjadi.

Kerap disebut sebagai orang terkaya di Denmark, Holch Povlsen merupakan pemilik dari perusahaan pakaian Bestseller yang merupakan pemegang saham utama dari ritel mode asal Inggris, ASOS.

Berdasarkan catatan Bloomberg Billionaire Index, total kekayaan Holch Povlsen diperkirakan mencapai US$5,7 miliar. Jumlah tersebut menempatkannya sebagai orang terkaya ke-304 di dunia.

Perusahaan miliknya, Bestseller, memiliki lebih dari 2.700 gerai yang tersebar di 70 negara dan mencatat penjualan sebesar US$3,7 miliar pada akhir 2018. Bestseller memiliki 17.000 karyawan dan merek yang diproduksi termasuk Vero Moda dan Jack &Jones.

Selain minat di bisnis mode dan ritel, Holch Povlsen dan Anne merupakan segelintir dari pemilik tanah terbesar di Skotlandia. Pada 2007, pasangan ini mendirikan Wildland, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang konservasi dan pembangunan berkelanjutan yang menjadi media bagi mereka untuk berinvestasi di sejumlah properti.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
denmark, bom, sri lanka

Sumber : CNN

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top