Pemilu 2019 : PDIP Ogah Jemawa, Perindo Tetap Hidupkan Asa

Mayoritas parpol penghuni DPR periode 2014-2019 diperkirakan lolos ambang batas parlemen 4% suara sah nasional.
Samdysara Saragih
Samdysara Saragih - Bisnis.com 23 April 2019  |  15:26 WIB
Pemilu 2019 : PDIP Ogah Jemawa, Perindo Tetap Hidupkan Asa
Anggota DPR duduk di antara deretan kursi kosong pada Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2018-2019 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/3/2019). - ANTARA/Rivan Awal Lingga

Kabar24.com, JAKARTA — Partai politik (parpol) yang digadang-gadang menguasai Dewan Perwakilan Rakyat ogah jemawa dengan hasil hitung cepat, sedangkan partai politik yang diprediksi gagal masuk Senayan terus menghidupkan asa.

Tak hanya memprediksi pemenang Pemilu Presiden 2019, sejumlah lembaga survei pun menggelar hitung cepat Pemilu Legislatif 2019. Hasilnya, mayoritas parpol penghuni DPR periode 2014-2019 diperkirakan lolos ambang batas parlemen 4% suara sah nasional.

Hitung cepat Charta Politika Indonesia dengan marjin kesalahan +/- 1% menempatkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memperoleh 19,93% suara, disusul oleh Partai Gerindra 12,75% suara, dan Partai Golkar 11,08% suara. Adapun, Partai Persatuan Indonesia yang meraup 2,76% memimpin daftar tujuh parpol yang suaranya di bawah ambang batas parlemen 4%.

Ketua DPP PDIP Bidang Perekonomian Hendrawan Supratikno mengatakan partainya masih merekapitulasi hasil penghitungan suara manual dari daerah sembari memantau penghitungan resmi Pileg 2019. Kendati diprediksi menguasai DPR, dia menilai belum waktunya bagi PDIP memikirkan posisi ketua DPR yang menjadi jatah parpol pemenang Pileg 2019.

“Belum tiba saat bersuka ria. Kami masih sabar mengunggu proses hitung resmi,” katanya kepada Bisnis.com, Selasa (23/4/2019).

Hendra menambahkan PDIP menargetkan 115-125 kursi dari 575 kursi DPR periode 2019-2024. Pada periode 2014-2019, parpol berlambang kepala banteng itu mengirimkan 109 kader ke Senayan atau 19,46% dari total 560 kursi DPR.

Menurut Hendra, ada kemungkinan suara dan kursi PDIP di daerah pemilihan (dapil) tetap atau berfluktuasi naik-turun dibandingkan dengan Pileg 2014. Fonomena tersebut juga terjadi di Pilpres 2019 ketika jagoan PDIP, pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin, suaranya stagnan, meningkat, atau merosot di beberapa daerah.

“Segala kemungkinan ada. Mudah-mudahan kursi di wilayah-wilayah sulit dapat dipertahankan,” tuturnya.

Berdasarkankan hasil Pileg 2014, PDIP tercatat mengumpulkan lebih dari 400.000 suara a.l. di Dapil DKI Jakarta II, DKI Jakarta III, Jawa Barat II, Jawa Barat VII, Jawa Tengah I, Jawa Timur VI. Bahkan, Dapil Jawa Tengah V, Bali, dan Kalimantan Barat mampu menyumbangkan lebih dari 800.000 suara.

Sementara itu, Partai Persatuan Indonesia (Perindo) belum ingin menyerah dalam perburuan kursi DPR. Kendati lembaga-lembaga survei menempatkan parpol bernomor urut 9 itu tidak lolos ambang batas parlemen 4%, tetapi harapan tetap dihidupkan.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Jenderal DPP Perindo Ahmad Rofiq mengklaim selisih suara partainya dengan ambang batas parlemen versi hitung cepat masih dalam rentang marjin kesalahan. Karena itu, tambah dia, Perindo memilih menunggu hasil penghitungan resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Prinsip kami adalah terus menjaga suara agar tidak berkurang dan mendapatkan kepastian suara hasil KPU,” katanya.

Perolehan suara Perindo dalam hitung cepat Charta Politika mengungguli parpol baru seperti Partai Solidaritas Indonesia dan Partai Berkarya. Bahkan, parpol lama seperti Partai Hanura dan Partai Bulan Bintang pun tidak bisa melebihi Perindo.

Rofiq mengatakan hasil penghitungan manual masih direkapitulasi dari daerah. Menurutnya, Pulau Sumatra dan Indonesia Timur menyumbangkan suara cukup signifikan bagi Perindo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pdip, perindo, Pemilu 2019

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top